Home / Artikel

Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:26 WIB

PURBAYA SING SENES 

koransakti - Penulis

Oleh :Dedi Asikin

Koransakti.co.id- Banyak orang sedang ramai bicara tentang Purbaya.

 Yang di maksud adalah Purbaya Yudhi Sadewa yang tanggal 8 September 2025 di lantik menjadi Menteri Keuangan.

Nama itu di bicarakan, tentu dalam versi pro dan kontra, benci dan cinta.

Konon ada 18 gubernur, inckusive gubernur Jawa Tengah, DIY dan Jawa Barat yang menentang. JLBHI. Tak urung para pejabat Oligarki Jokowi, salah satunya Luhut Binsar Panjahitan. Katanya sampai LBP tak mau bertegur sapa dengan Purabaya. Padahal Purbaya pernah bekerja di perusahaan LBP. Juga para korporasi yang takut kehilangan lahan usaha. Salah satunya importir pakaian bekas di pasar Senen.

Gebrakan Pubaya memang spektakuler dan fenomenal. Dia bakal memangkas keuangan daerah dan melarang impor pakaian bekas. Yang lain tentu pejabat yang takut kehilangan kursi (Menteri atau Kepala badan)?? Kenapa hanya Purbaya yang Yudhi Sadewa yang dibicarain ? Padahal ada Purbaya yang lain, sing senes kata orang Jawa.

Baca juga :   BUPATI DISERUDUK RAKYAT GARA GARA NAIKIN PAJAK

Ada Pangeran Arya Purbaya putra kedua sultan agung Tirtayasa dari Banten. Dengan nama pangeran Arya Purbaya dan sebutan lain pangeran Haji, ia berjuang bersama ayahnya menentang VOC.

Ada pula nama Arya urbaya yang di kaitkan dengan Raden Jaka Umbaran, putera sultan agung Mataram yang kemudian di angkat menjadi Senopati atau panglima perang Mataram

Kedua Purbaya sing senes (bukan Purbaya Yudhi Sadewa) punya peran dalam mendukung perjuangan rakyat menentang kolonial.

Baca juga :   SIMBIOSIS MUTUALISME HORIZONTAL

Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa memang mengagetkan banyak orang

Tapi konon tidak bagi presiden Prabowo Subianto. Katanya PYS sudah ngomong dengan presiden akan bikin gebrakan dan bongkar bongkar dan presiden tidak goyang kepala kiri dan kanan. Setuju? Wallahu alam bissawab. Hanya tiga mereka yang tahu, Prabowo, Purbaya dan Allah SWT.

Adapun peran Arya Purbaya yang Jaka umbaran antara lain penjaga keseimbangan politik Mataram. Ia juga senopati atau panglima perang dan ikut mehyerang Belanda 1628-1629. Pangeran juga sempat mewariskan ilmu Kanuragan kepada pasukan Mataram yang mundur ke arah Banten Cirebon dan sebagian kecil ke Plered Purwakarta, kerena terdesak tentara VOC.

Berita ini 16,300 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Manfaat Daun Kelor untuk Wajah: Cerahkan Kulit Alami

Artikel

BOLA PINGPONG DAN TELOR ASIN DARI BREBES 

Artikel

KORUPTOR DISURUH TOBAT TOMAT KALI  HABIS TOMAT KUMAT LAGI
Rahasia Pemutih (NaClO) Bikin Baju Kinclong, Tapi Bisa Jadi "Gas Beracun" Kalau Salah Campur!

Artikel

Rahasia Pemutih (NaClO) Bikin Baju Kinclong, Tapi Bisa Jadi “Gas Beracun” Kalau Salah Campur!

Artikel

KISAH MAUNG YANG CUMA MENGAUM HUS ITU MAH OOM KAMU

Artikel

Pare: Pahit di Lidah, Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Siap-Siap Panen Cuan! 5 Ide Bisnis Dadakan Jelang Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang Laris Manis

Artikel

Siap-Siap Panen Cuan! 5 Ide Bisnis Dadakan Jelang Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang Laris Manis

Artikel

Cari Rumah di Bawah Rp 150 Juta? Ini 5 Pilihan Rumah Murah di Minahasa