Home / Fakta Unik / Pendidikan / Sains

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:29 WIB

Pojok Sains: Fenomena Déjà Vu, Benarkah Kita Pernah Mengalaminya di Kehidupan Masa Lalu?

koransakti - Penulis

Déjà vu adalah sensasi aneh di mana kita merasa pernah mengalami situasi saat ini di masa lalu. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

Déjà vu adalah sensasi aneh di mana kita merasa pernah mengalami situasi saat ini di masa lalu. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Pernahkah Anda mengunjungi tempat baru, atau mengobrol dengan seseorang, lalu tiba-tiba deg! Anda merasa sangat yakin bahwa momen ini sudah pernah terjadi sebelumnya?

Perasaan itu disebut Déjà Vu (bahasa Prancis untuk “Sudah pernah dilihat”).

Di Indonesia, fenomena ini sering dikaitkan dengan hal mistis: “Ini ingatan dari kehidupan masa laluku” atau “Aku punya kemampuan meramal masa depan”. Bahkan ada yang bilang ini adalah glitch in the matrix.

Tahan dulu imajinasi liar Anda. Di Pojok Sains minggu ini, kita akan bedah apa yang sebenarnya terjadi di dalam kepala Anda saat Déjà Vu menyerang.

Teori 1: “Korsleting” Memori (Memory Glitch)

Penjelasan paling populer di kalangan ilmuwan saraf adalah adanya ketidaksinkronan dalam otak, khususnya di bagian Hippocampus (pusat memori).

Bayangkan otak Anda punya dua kotak surat:

  1. Kotak Jangka Pendek (Untuk kejadian sekarang).

  2. Kotak Jangka Panjang (Untuk kenangan masa lalu).

Baca juga :   Mengenal Anemia (Kurang Darah): Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ini Gejala & Cara Mencegahnya

Saat Déjà Vu terjadi, informasi yang baru saja Anda lihat nyasar langsung masuk ke “Kotak Jangka Panjang” tanpa melewati proses yang benar. Akibatnya, otak Anda bingung: “Lho, ini kan kejadian baru, tapi kok datanya sudah ada di arsip lama?” Itulah kenapa rasanya sangat familiar, tapi Anda tidak ingat kapan terjadinya.

Teori 2: Keterlambatan Mata (Split Perception)

Teori ini juga menarik. Terkadang, satu mata Anda merekam kejadian sedikit lebih cepat daripada mata yang satunya (selisih milidetik).

  • Mata Kanan mengirim sinyal ke otak.

  • Mata Kiri mengirim sinyal yang sama, tapi telat sedikit.

Saat sinyal kedua sampai, otak mengira itu adalah “ingatan” dari kejadian pertama tadi. Padahal, itu adalah kejadian yang sama yang diproses dua kali.

Baca juga :   Kajian Subuh Rutin di Mushola Al-Ikhlas Gria Jakarta RT 07/05 Pamulang

Apakah Berbahaya?

Secara umum, Déjà Vu adalah hal yang sangat normal dan dialami oleh 60-70% manusia, terutama pada usia 15-25 tahun saat otak sedang sibuk-sibuknya berkembang.

Namun, jika Déjà Vu terjadi terlalu sering (misalnya setiap hari) dan disertai pusing atau kejang, ini bisa jadi tanda gangguan neurologis seperti epilepsi lobus temporal. Tapi untuk kebanyakan orang, ini hanyalah “cegukan” kecil di otak yang tidak berbahaya.

Kesimpulan

Jadi, Déjà Vu bukanlah bukti Anda pernah hidup di zaman Majapahit atau punya kekuatan cenayang. Itu hanyalah tanda bahwa otak Anda sedang sedikit lelah atau mengalami “lag” koneksi antar sirkuit memori. Istirahatlah yang cukup!

Baca juga: Pojok Sains: Abis Begadang Tahun Baru, Kok Bawaannya Pengen Makan Mie Instan & Gorengan? Kenalan Sama “Hormon Lapar” yang Lagi Ngamuk!

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Pemilihan Ketua, Himpaudi Gelar Musda III

Pendidikan

IKHTIAR MEMBANGUN GERBANG AKADEMIK ISLAM KAWASAN BORNEO 

Hiburan

Penjelasan Ending Film ‘Unknown Numbers’ Netflix: Peringatan atau Pelatihan?
Rekam Jejak Akademik dan Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas: Alumni LPDP yang Terancam Blacklist

Pendidikan

Rekam Jejak Akademik dan Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas: Alumni LPDP yang Terancam Blacklist

Advetorial

STIE SAK Sukses Gelar Wisuda Angkatan Ke XIX Tahun 2022

Bilogi

Mengintip Pesona Tigridia Pavonia, Si Bunga Harimau Eksotis Asal Meksiko

Advetorial

SMAN 1 Sungai Penuh Gelar Education Expo untuk Kembangkan Karakter Pelajar Pancasila

Advetorial

Prosesi Wisuda Sarjana STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Berjalan Sukses