Home / Nasional / Pemerintahan / Pendidikan / Politik

Senin, 8 September 2025 - 21:19 WIB

Bawa Kajian Akademis, BEM UI Gelar Aksi ‘#RakyatTagihJanji’ di DPR Besok

koransakti - Penulis

Ilustrasi BEM UI (Dok Kompas TV)

Ilustrasi BEM UI (Dok Kompas TV)

JAKARTA (KORANSAKTI) – Aliansi mahasiswa kembali akan menggelar aksi unjuk rasa. Kali ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan turun ke jalan. Mereka akan menggelar demo di depan Gerbang Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada hari Selasa (9/9/2025).

Aksi ini mengusung tajuk “#RakyatTagihJanji”. Fokus utama dari demo ini adalah untuk menyuarakan kembali “17+8 Tuntutan Rakyat” yang telah menggema selama sepekan terakhir. Massa aksi dijadwalkan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.

Berbekal Kajian Akademis dari Tiap Fakultas

Ada yang berbeda dalam aksi yang akan digelar oleh BEM UI kali ini. Mereka tidak hanya akan berorasi, tetapi juga membawa landasan argumen yang kuat.

Menurut Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2025, Bima Surya, mahasiswa akan membawa hasil kajian akademis. Kajian ini telah digarap oleh setiap fakultas di Universitas Indonesia untuk mendukung setiap poin tuntutan.

Baca juga :   DUKUNG SDGS DESA, MAHASISWA KKN TIM II UNDIP ATASI MASALAH PERTANIAN, STUNTING, DAN UMKM LOKAL DESA PURWOREJO.

“Utamanya di 17 tuntutan dengan landasan kajian akademis yang memadai. Kami sudah membagi tiap fakultas dalam pengerjaan kajian tersebut,” jelas Bima, Senin (8/9/2025).

Bima menambahkan, hasil kajian tersebut akan diserahkan secara formal kepada perwakilan DPR yang menemui massa aksi.

Rincian Tuntutan Mendesak untuk Pemerintah dan DPR

Berikut adalah beberapa poin utama dari 17 tuntutan mendesak yang disuarakan oleh mahasiswa:

  • Untuk Presiden: Membentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas kasus kekerasan aparat terhadap demonstran, termasuk kasus Affan Kurniawan. Selain itu, mereka menuntut agar TNI dikembalikan ke barak dan tidak dilibatkan dalam pengamanan sipil.
  • Untuk Polri: Membebaskan seluruh demonstran yang ditahan tanpa kriminalisasi dan mengadili secara transparan aparat yang melakukan kekerasan.
  • Untuk DPR: Membekukan kenaikan gaji dan tunjangan, membatalkan fasilitas baru, serta mempublikasikan anggaran DPR secara transparan.
  • Untuk Pimpinan Parpol: Memberikan sanksi tegas kepada kader partai yang pernyataannya memicu kemarahan publik.
Baca juga :   Pj Bupati Kerinci, Asraf Lantik Tiga Direktur Perumda Air Minum Tirta Sakti Kerinci

Agenda Reformasi Jangka Panjang

Selain 17 tuntutan mendesak, mahasiswa juga membawa 8 agenda reformasi jangka panjang dengan tenggat waktu hingga 31 Agustus 2026. Beberapa agenda utama tersebut antara lain:

  • Melakukan reformasi besar-besaran di tubuh DPR dan partai politik.
  • Mengesahkan UU Perampasan Aset Koruptor dan memperkuat independensi KPK.
  • Melakukan reformasi Kepolisian agar lebih profesional dan humanis.
  • Mengembalikan TNI sepenuhnya ke barak tanpa pengecualian.

BEM UI menyatakan aksi akan terus berlangsung hingga ada anggota dewan yang menemui mereka untuk menerima kajian dan tuntutan secara langsung.

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandung

PT Perkebunan Nusantara I melaksanakan Program SEHATI (Sehat dan Atasi Stunting) di Kabupaten Bandung.

Nasional

Pancasila Bukan Dihafal, Tapi Diamalkan dalam Kehidupan Nyata

Advetorial

Wawako Azhar minta ASN Maksimalkan Penggunaan Anggaran, Kinerja dan Disiplin

Kerinci

Babinsa Hadiri Musyawarah Pembentukan Koperasi Merah Putih 

Kebijakan

DPR Tegaskan THR Wajib Cair H-14 Lebaran, Perusahaan Diminta Patuh Aturan

Hiburan

Agnes Aditya Rahajeng: Dari Banten Menuju Mahkota Puteri Indonesia 2026

Inspiratif

SMPN 8 Sungai Penuh Gelar GAMAS dan MPLS Ramah 2026, Bangun Semangat Belajar Bersama Ayah
DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton

Ekonomi

DME Bakal Gantikan LPG, Bahlil Lapor ke Prabowo: Target 2026 untuk Tekan Impor 10 Juta Ton