Home / Internasional / Konflik / Politik

Minggu, 28 September 2025 - 21:17 WIB

PBB Kembali Jatuhkan Sanksi Berat untuk Iran Terkait Program Nuklir

koransakti - Penulis

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, bersama dengan mitranya dari Prancis dan Jerman, mendesak Iran untuk tidak mengambil tindakan eskalasi lebih lanjut. (Sumber: Reuters/BBC)

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, bersama dengan mitranya dari Prancis dan Jerman, mendesak Iran untuk tidak mengambil tindakan eskalasi lebih lanjut. (Sumber: Reuters/BBC)

koransakti.co.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi memberlakukan kembali sanksi ekonomi dan militer yang luas terhadap Iran. Langkah ini diambil tepat 10 tahun setelah sanksi tersebut dicabut melalui perjanjian nuklir internasional bersejarah pada tahun 2015.

Tiga negara Eropa yang menjadi mitra dalam perjanjian tersebut—Inggris, Prancis, dan Jerman—mengaktifkan mekanisme yang dikenal sebagai “snapback”. Mereka menuduh Iran terus melakukan “eskalasi nuklir” dan menunjukkan kurangnya kerja sama.

Pemicu Sanksi: Eskalasi Nuklir dan Penangguhan Inspeksi

Keputusan untuk memberlakukan kembali sanksi ini merupakan puncak dari ketegangan yang meningkat. Iran sebelumnya menangguhkan inspeksi fasilitas nuklirnya, yang merupakan kewajiban hukum di bawah perjanjian 2015 (JCPOA), setelah Israel dan Amerika Serikat mengebom beberapa situs nuklir dan pangkalan militernya pada bulan Juni.

Baca juga :   Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran

Meskipun Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan negaranya tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, ketiga negara Eropa (E3) merasa tidak punya pilihan lain. Mereka menyebut Iran telah “berulang kali melanggar” komitmennya, terutama karena menolak memberikan akses kembali kepada inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

“Iran belum mengizinkan inspektur IAEA untuk mendapatkan kembali akses ke situs nuklir Iran, juga belum membuat dan mengirimkan laporan yang mempertanggungjawabkan stok uranium yang diperkaya,” sebut pernyataan bersama E3.

Diplomasi Buntu di Tengah Ketegangan

Langkah ini menandai pukulan terbaru bagi kesepakatan JCPOA yang dulu sempat dipuji sebagai titik balik hubungan Barat dengan Iran. Iran sendiri meningkatkan aktivitas nuklirnya setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump keluar dari perjanjian tersebut pada 2018.

Baca juga :   PUKUL DAN RANGKUL GAYA ALLAH MENGHADAPI BANI ISRAEL 

Pembicaraan di sela-sela Sidang Umum PBB pekan ini antara E3 dan Iran gagal mencapai kesepakatan yang bisa menunda pemberlakuan sanksi. Menanggapi hal ini, Presiden Pezeshkian menyebut sanksi tersebut “tidak adil dan ilegal”.

Meskipun begitu, negara-negara Eropa masih berharap pintu diplomasi tetap terbuka. “Pemberlakuan kembali sanksi PBB bukanlah akhir dari diplomasi,” kata mereka dalam pernyataan bersama, sambil mendesak Iran untuk menahan diri dari tindakan eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, Israel menyambut baik penerapan kembali sanksi ini dan menyerukan komunitas internasional untuk menggunakan “setiap alat” guna mencegah Iran menjadi negara berkekuatan nuklir.

Berita ini 43 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

4 Lagu K-Pop yang Masuk Daftar 250 Lagu Terbaik Abad 21 Versi Rolling Stone

Bencana

Topan Ragasa Hantam Tiongkok, Hampir Dua Juta Warga Dievakuasi

Internasional

Italia di Persimpangan Jalan: Ini Skenario Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Playoff
Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil

Internasional

Sejarah Baru! Lucas Pinheiro Braathen Persembahkan Emas Olimpiade Musim Dingin Pertama untuk Brasil
Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!

Nasional

Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!

Nasional

Prabowo di Munas PKS: Saya Tidak Dendam Sama Anies, Nilai 11 Justru Bantu Saya Menang

Internasional

Laporan WHO: Riset Kanker Global Tidak Sejalan dengan Kebutuhan Dunia

Kesehatan

Prabowo: MBG untuk Anak yang Makannya Cuma Nasi Pakai Garam