Home / Kesehatan / Life

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:55 WIB

5 Dampak Serius Vape bagi Anak dan Remaja, Ancaman Baru Kesehatan Paru

koransakti - Penulis

Penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan anak dan remaja menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan membawa dampak buruk bagi kesehatan. (Sumber: alodokter)

Penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan anak dan remaja menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan membawa dampak buruk bagi kesehatan. (Sumber: alodokter)

koransakti.co.id – Rokok elektrik atau vape, yang dulu sering dianggap sebagai alternatif lebih aman dari rokok tembakau, kini terbukti membawa ancaman kesehatan baru yang serius, terutama bagi anak-anak dan remaja. Laporan terbaru dari WHO bahkan mengungkap fakta yang mengkhawatirkan: sedikitnya 15 juta anak dan remaja di seluruh dunia telah mencoba atau aktif menggunakan vape.

Industri tembakau kini secara agresif menargetkan anak muda dengan produk nikotin baru yang dikemas menarik dan memiliki rasa manis. Sebagai orang tua, penting untuk mewaspadai lima dampak serius dari penggunaan vape bagi kesehatan anak.

1. Kecanduan Nikotin Sejak Dini

Salah satu bahaya terbesar dari vape adalah kandungan nikotinnya yang sangat tinggi dan adiktif. Cairan vape dapat melepaskan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh, membuat anak dan remaja lebih cepat mengalami ketergantungan. Ketika mereka mencoba berhenti, tubuh akan merespons dengan gejala putus zat seperti pusing, mual, dan gelisah, sehingga sangat sulit untuk lepas dari kecanduan.

Baca juga :   Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol

2. Gangguan Kesehatan yang Mematikan

Meskipun tidak mengandung tembakau, aerosol yang dihasilkan dari vape tetap berbahaya. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan struktural pada paru-paru dan mengganggu fungsi organ pernapasan. Selain itu, bahan kimia di dalamnya juga dapat menurunkan produksi air liur, yang memicu masalah kesehatan mulut seperti bau mulut, gigi rusak, dan infeksi. Studi juga menunjukkan penggunaan vape dapat meningkatkan tekanan darah yang berisiko menyebabkan penyakit jantung.

3. Risiko Gangguan Mental dan Emosional

Nikotin secara langsung memengaruhi keseimbangan hormon dopamin di otak. Anak atau remaja yang kecanduan nikotin dari vape menjadi lebih rentan mengalami gangguan suasana hati. Mereka bisa menjadi lebih mudah cemas, cepat marah, hingga mengalami gejala depresi ringan, terutama saat kadar nikotin dalam tubuhnya menurun.

Baca juga :   PBB Siapkan Deklarasi Global Pertama untuk Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Mental

4. Menurunnya Prestasi Akademik

Otak remaja terus berkembang hingga usia 25 tahun. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, paparan nikotin pada usia ini dapat mengganggu bagian otak yang bertanggung jawab atas perhatian, pembelajaran, dan kontrol impuls. Akibatnya, anak bisa mengalami kesulitan untuk fokus belajar, penurunan daya ingat, dan kesulitan dalam berpikir jangka panjang.

5. Pintu Gerbang Menuju Rokok Konvensional

Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang memulai kebiasaan dari vape memiliki risiko dua kali lebih besar untuk beralih ke rokok tembakau di kemudian hari. Vape seringkali menjadi “gerbang awal” yang memperkenalkan anak pada nikotin, yang kemudian dapat berkembang menjadi kebiasaan merokok yang lebih berat dan berbahaya.

baca juga Kodim 0417/Kerinci Hijaukan Desa, Melalui TMMD ke-126 Tanam Pohon Produktif  – Koran Sakti

Berita ini 67 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

PT KMH Dukung RSUD Kerinci Lewat Bantuan Obat dan Bahan Medis

Kebijakan

21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
Bosen Cuma Bakar Jagung? Ini 4 Ide Tahun Baruan Unik Bareng Bestie: Dari "PowerPoint Night" Sampai Manifesting 2026!

Gaya Hidup

Bosen Cuma Bakar Jagung? Ini 4 Ide Tahun Baruan Unik Bareng Bestie: Dari “PowerPoint Night” Sampai Manifesting 2026!
Kalender Maret 2026: Jadwal Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Life

Kalender Maret 2026: Jadwal Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri
Sering Mandi Air Panas? Ini 7 Penyebab Kulit Kering & Cara Ampuh Mengatasinya

Kesehatan

Sering Mandi Air Panas? Ini 7 Penyebab Kulit Kering & Cara Ampuh Mengatasinya

Gaya Hidup

Panduan Lengkap Mengatasi Rambut Rontok dari Akar Masalahnya

Kerinci

Pemkab Kerinci Serahkan Lahan 4 Hektar, Rumah Sakit Tipe C dengan Fasilitas Cuci Darah hingga Kemoterapi Segera Hadir
Mitos vs Fakta: Benarkah Makan Buah Setelah Makan Mengurangi Nutrisi?

Gaya Hidup

Mitos vs Fakta: Benarkah Makan Buah Setelah Makan Mengurangi Nutrisi?