Home / Kesehatan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:12 WIB

Visual Snow Syndrome, Gangguan Penglihatan Langka yang Bisa Menyerang Siapa Saja

Fadilah - Penulis

Visual Snow Syndrome.

Visual Snow Syndrome.

Koransakti.co.id – Visual snow syndrome merupakan gangguan penglihatan langka yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil menyerupai gangguan layar televisi atau butiran salju di seluruh area pandang.

Kondisi ini dapat terjadi secara terus-menerus dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Berbeda dengan gangguan penglihatan yang umum terjadi, seperti rabun jauh, katarak, atau astigmatisme, visual snow syndrome sering kali tidak menunjukkan kelainan pada hasil pemeriksaan mata.

Meski struktur mata terlihat normal, penderita tetap merasakan gangguan visual yang menetap.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Baca juga :   Bukan Rabun Biasa, Ini Gejala Visual Snow Syndrome

Gejala utamanya adalah munculnya titik-titik kecil yang tampak bergerak dan memenuhi bidang penglihatan.

Keluhan tersebut dapat terjadi sepanjang hari, baik saat mata terbuka maupun tertutup, dan biasanya tidak membaik meski mata telah istirahat.

Gejala sering kali lebih jelas terlihat ketika berada di ruangan redup atau saat memandang permukaan yang polos dan terang.

Selain gangguan visual tersebut, penderita juga dapat mengalami gejala lain seperti munculnya lingkaran cahaya di sekitar lampu, bayangan yang berulang, sensitivitas terhadap cahaya, telinga berdenging, gangguan tidur, migrain dengan aura, pusing, hingga rasa mual.

Baca juga :   Strategi Ampuh Kendalikan Pikiran Agar Hidup Lebih Rileks dan Damai

Penyebab pasti visual snow syndrome masih belum jelas. Namun, sejumlah penelitian menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan aktivitas saraf di area otak yang memproses penglihatan.

Faktor lain yang mungkin berperan antara lain riwayat migrain, penggunaan obat tertentu, paparan zat psikoaktif, serta cedera kepala.

Hingga saat ini belum tersedia pengobatan yang dapat menyembuhkan kondisi tersebut sepenuhnya.

Penanganan umumnya bertujuan mengurangi gejala melalui perubahan gaya hidup, penggunaan lensa khusus, terapi psikologis, serta menjaga pola tidur yang sehat.

Jika gejala semakin mengganggu, segera meriksakan diri ke dokter.- ***

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

5 Buah Rendah Gula yang Aman dan Sehat untuk Penderita Diabetes

Daerah

Sukseskan Capaian Vaksinasi Di Kerinci, Kapolsek Kayu Aro Jemput Bola Ke Desa-Desa

Internasional

Laporan WHO: Pengguna Rokok Turun, tapi 100 Juta Orang Kini Kecanduan Vape

Daerah

Realisasi Program KB di Padang Pariaman Lebihi Target, tapi Terkendala Tenaga Medis

Daerah

Gubernur Bengkulu Alokasikan Rp 167 Miliar Untuk BPJS Gratis

Internasional

WHO Beri Penghargaan pada 12 Negara atas Aksi Inovatif Atasi Krisis Obesitas

Kesehatan

Fajar Baru Pelayanan Kesehatan: RSUD Mayjen H.A. Thalib Hadirkan Sistem MoD untuk Kenyamanan Warga Sungai Penuh

Daerah

Gubernur Babel Desak Perlindungan Dokter, tapi Sindir Oknum yang Abai Tugas