koransakti.co.id – “Eh, kalau bersin jangan ditahan matanya biar melek, nanti bola matanya loncat keluar lho!”
Pernah mendengar mitos horor di atas? Hampir semua orang secara otomatis memejamkan mata saat bersin. Saking otomatisnya, sangat sulit untuk mencoba bersin sambil melotot.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada tubuh kita saat “ledakan” itu terjadi? Dan apakah mitos mata copot itu benar?
Di Pojok Sains hari Kamis ini, kita akan membongkar mekanisme pertahanan diri yang canggih ini.
Kecepatan Super Sebuah Bersin
Bersin bukanlah hembusan napas biasa. Ini adalah mekanisme pembersihan darurat. Saat hidung mendeteksi benda asing (debu, bubuk lada, atau virus), otak memerintahkan paru-paru dan otot dada untuk menyemburkannya keluar.
Kecepatan udara yang keluar dari hidung dan mulut saat bersin bisa mencapai 100 km/jam (setara mobil ngebut di tol)!
Alasan 1: Refleks Otonom
Menutup mata saat bersin adalah gerakan refleks tak sadar. Pusat perintah bersin di otak berada di lokasi yang berdekatan dengan saraf pengendali kelopak mata.
Saat sinyal “BERSIN!” dikirimkan dengan sangat kuat ke otot dada dan diafragma, sinyal itu “bocor” sedikit ke saraf mata, menyebabkan kelopak mata ikut menutup. Jadi, ini satu paket.
Alasan 2: Melindungi Mata dari Kuman
Ini alasan biologis yang paling masuk akal. Saat Anda bersin, ribuan partikel air liur (droplet) yang penuh bakteri dan virus beterbangan keluar.
Dengan menutup mata, tubuh berusaha mencegah kuman-kuman itu masuk kembali ke dalam mata. Mata adalah organ yang sangat sensitif, jika terkena bakteri dari hidung, bisa terjadi infeksi. Jadi, kelopak mata berfungsi sebagai “tameng” sesaat.
Mitos vs Fakta: Bola Mata Copot?
Jawabannya: TIDAK MUNGKIN. Mitos bahwa bola mata bisa loncat keluar jika bersin sambil melek adalah HOAX.
Bola mata manusia tertanam sangat kuat di rongga tengkorak dan dipegang erat oleh banyak otot penggerak mata. Tekanan udara saat bersin memang tinggi di rongga hidung, tapi tidak ada hubungannya dengan tekanan di belakang bola mata.
Jadi, kalaupun Anda berhasil menahan mata tetap terbuka (misalnya pakai jari), mata Anda tidak akan copot. Paling-paling hanya terasa tidak nyaman dan sedikit perih.
Kesimpulan
Tubuh Anda memejamkan mata saat bersin demi kebaikan Anda sendiri: melindungi mata dari cipratan kuman. Jadi, nikmati saja sensasi “ledakan” lega itu tanpa perlu takut kehilangan bola mata!















