Home / Fakta Unik / Sains

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:28 WIB

Pojok Sains: Kenapa Muncul ‘Bintang’ & Cahaya Warna-Warni Saat Mata Ditekan? (Phosphenes)

koransakti - Penulis

Phosphenes adalah fenomena di mana retina mata terstimulasi oleh tekanan fisik, bukan oleh cahaya, menciptakan ilusi visual unik. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Phosphenes adalah fenomena di mana retina mata terstimulasi oleh tekanan fisik, bukan oleh cahaya, menciptakan ilusi visual unik. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Ingat masa kecil Anda? Saat sedang bosan, mungkin Anda pernah memejamkan mata rapat-rapat, lalu menekan kelopak mata dengan jari.

Tiba-tiba, di dalam kegelapan itu muncul pola-pola aneh: bintik-bintik cahaya, pusaran warna neon, atau bentuk seperti papan catur yang bergerak-gerak.

Padahal tidak ada cahaya yang masuk. Apakah mata kita rusak? Atau kita punya kekuatan super? Tenang, itu adalah fenomena biologi normal yang disebut Phosphenes.

Apa Itu Phosphenes?

Phosphenes berasal dari bahasa Yunani: Phos (cahaya) dan Phainein (menampakkan). Ini adalah sensasi melihat cahaya tanpa adanya cahaya yang sebenarnya masuk ke mata.

Kenapa Bisa Terjadi? (Mata yang Tertipu)

Mata kita bekerja seperti kamera. Di bagian belakang mata ada lapisan bernama Retina yang bertugas menangkap cahaya dan mengirimkannya ke otak sebagai gambar.

Baca juga :   Menembus Sunyi Menuju Terang: Kisah Thomas Alva Edison Mengubah Dunia dengan 1.093 Paten

Normalnya, sel-sel retina hanya aktif jika terkena foton (partikel cahaya). Namun, sel retina tidak bisa membedakan jenis rangsangan.

  1. Tekanan Fisik: Saat Anda mengucek atau menekan mata, tekanan fisik itu “membangunkan” sel-sel retina.

  2. Sinyal Salah: Sel retina mengirim sinyal listrik ke otak.

  3. Interpretasi Otak: Otak Anda bingung. Ia berpikir, “Eh, ada sinyal dari retina nih, pasti itu cahaya!”

  4. Hasilnya: Otak menerjemahkan tekanan jari Anda sebagai kilatan cahaya acak atau pola geometris.

Apakah Berbahaya?

Melakukan ini sesekali untuk “hiburan” saat bosan sebenarnya tidak berbahaya. Namun, JANGAN menekannya terlalu keras atau terlalu sering. Tekanan berlebihan bisa merusak pembuluh darah halus di mata atau dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan kerusakan retina.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita 'Merinding' (Goosebumps) Saat Dingin atau Dengar Lagu Enak?

Fakta Unik: Phosphenes Tahanan

Phosphenes juga bisa dialami oleh orang yang dikurung di ruang gelap total dalam waktu lama (biasanya disebut “Cinema of the Prisoner”). Karena kurang rangsangan visual, otak menciptakan pertunjukan cahayanya sendiri agar tidak bosan.

Kesimpulan

Jadi, pertunjukan laser gratis di balik kelopak mata Anda itu hanyalah bukti bahwa otak manusia sangat mudah ditipu. Ia tidak tahu bedanya antara cahaya matahari dan jempol Anda sendiri!

Baca juga: Pojok Sains: Benarkah Micin (MSG) Bikin Bodoh & Sakit Kepala? Ini Fakta Medisnya!

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Kita Otomatis Merem Saat Bersin? Benarkah Bola Mata Bisa Copot Kalau Melek?

Lingkungan

Siap-siap! BMKG Prakirakan La Nina Tiba di Indonesia Akhir 2025, Musim Hujan Datang Lebih Awal

Food

Studi Harvard: Konsumsi Minyak Zaitun Turunkan Risiko Kematian Akibat Demensia hingga 28%
5 Cara Dapat Saldo Google Play Gratis 2025 (Resmi dari Google & Aplikasi Lain)

Fakta Unik

Review Google Opinion Rewards 2026: Cara Paling ‘Sultan’ Dapat Saldo Play Store Gratis (Resmi Google)

Internasional

WHO Peringatkan Krisis: Riset Antibiotik Baru Melambat, Bakteri Kebal Obat Makin Mengancam
Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Internasional

WHO Luncurkan Forum Uji Klinis Global, Indonesia Masuk Jajaran Anggota Pendiri
Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!