Koransakti.co.id, Sungai Penuh- Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah menegaskan pentingnya memperkuat literasi masyarakat untuk menangkal penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini semakin mudah menyebar melalui berbagai platform digital.
Pesan tersebut di sampaikan Azhar saat menghadiri Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham IRET yang berlangsung di Aula Kampus IAIN Kerinci, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan ini di ikuti para camat, kepala desa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai unsur pemerintah dan aparat keamanan dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Menurut Azhar, menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat tidak bisa hanya di bebankan kepada aparat penegak hukum. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif dalam membangun lingkungan yang toleran, damai, dan bebas dari pengaruh paham yang mengancam persatuan bangsa.
Perkuat Sinergi Semua Pihak
Dalam kesempatan tersebut, Azhar mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mencegah berkembangnya paham radikal di tengah masyarakat.
Selain itu, ia mengajak seluruh peserta untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama di wilayah masing-masing. Dengan sinergi yang baik, potensi munculnya paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dapat di deteksi dan di cegah lebih dini.
Waspadai Penyebaran Hoaks di Era Digital
Azhar juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang membawa tantangan baru bagi kehidupan sosial masyarakat. Menurutnya, arus informasi yang begitu cepat sering di manfaatkan pihak tertentu untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, serta narasi yang memicu perpecahan.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Literasi digital, kata Azhar, menjadi benteng penting agar warga tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu benar.
“Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat harus mampu menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” ujarnya.
Peran Strategis Tokoh Masyarakat
Lebih lanjut, Azhar menegaskan bahwa tokoh agama, tokoh adat, tenaga pendidik, dan aparatur pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, mereka dapat menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, semangat persatuan, serta rasa saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
Ia berharap para peserta yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing sehingga pemahaman tentang bahaya paham IRET semakin meluas hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Wujudkan Daerah yang Aman dan Harmonis
Menutup sambutannya, Azhar Hamzah mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan.
Menurutnya, keberhasilan mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
“Persatuan dan toleransi harus terus kita jaga. Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.(Emi)
Baca juga: Kapolres Kerinci Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan IRET dan TCC hingga Tingkat Desa
















