Home / Fakta Unik / kimia / Sains

Jumat, 26 Desember 2025 - 07:14 WIB

Pojok Sains: Kenapa Makanan “Sisa Kemarin” (Seperti Rendang atau Kari) Justru Terasa Lebih Enak? Ini Rahasia Kimianya!

koransakti - Penulis

Tim makan 'sayur angetan' mana suaranya? ☝️ Ternyata bumbu masakannya lagi 'pesta kimia' pas kita tidur semalam, makanya rasanya makin nampol!. (Foto: Freepik/koransakti)

Tim makan 'sayur angetan' mana suaranya? ☝️ Ternyata bumbu masakannya lagi 'pesta kimia' pas kita tidur semalam, makanya rasanya makin nampol!. (Foto: Freepik/koransakti)

koransakti.co.id – Coba cicipi sisa makanan pesta Natal kemarin yang ada di kulkas. Entah itu Rendang, Opor, Kari, atau Sup Daging. Banyak orang setuju bahwa rasanya jauh lebih enak dan “nendang” di hari kedua (tanggal 26) dibandingkan saat baru matang kemarin.

Apakah lidah kita yang salah? Tidak. Fenomena ini nyata dan para ahli kimia pangan menyebutnya sebagai Flavor Mingling (Percampuran Rasa).

Berikut adalah 3 proses kimia “gaib” yang terjadi di dalam panci Anda saat didiamkan semalaman:

1. Bumbu yang “Berdamai” (Difusi Rasa)

Saat baru matang, rasa bumbu masih berdiri sendiri-sendiri. Pedas cabai, gurih santan, dan aroma bawang masih terpisah. Namun, saat makanan didinginkan dan disimpan semalaman, terjadi proses difusi. Bumbu-bumbu aromatik (seperti bawang putih, bawang merah, lada) meresap jauh ke dalam serat daging dan pati kentang. Sebaliknya, rasa daging juga keluar bercampur ke kuah. Hasilnya? Rasa yang lebih bulat, harmonis, dan menyatu (well-rounded flavor).

Baca juga :   Mengenal Ikan Dori: 5 Fakta Unik Si Tang Biru yang Ternyata Beracun!

2. Gelatinisasi (Kuah Makin Kental)

Ini alasan utama kenapa Rendang atau Kari daging makin enak. Daging dan tulang mengandung kolagen. Saat dimasak lama, kolagen pecah menjadi Gelatin. Ketika didinginkan semalaman, gelatin ini memadat (seperti agar-agar) dan memerangkap semua molekul rasa di dalam kuahnya. Saat dipanaskan kembali hari ini, gelatin itu meleleh dan menciptakan tekstur kuah yang lebih kental, lengket, dan “menggigit” di lidah (mouthfeel).

3. Reaksi Oksidasi & Protein

Beberapa bahan yang tajam, seperti bawang bombay atau rempah keras, akan mengalami oksidasi ringan dan degradasi protein saat didiamkan. Proses ini justru “menjinakkan” rasa yang terlalu tajam atau menyengat, membuatnya menjadi lebih lembut dan manis (umami).

Baca juga :   Pojok Sains: Besok Cuma Ganti Angka, Kok Kita Yakin Nasib Bakal Berubah? Kenalan yuk sama "Optimism Bias", Fitur Otak yang Bikin Kita Bertahan Hidup!

Jadi, jangan ragu untuk memanaskan kembali masakan kemarin. Secara sains, hari ini adalah “puncak performa” rasa dari masakan tersebut!

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda
  2. Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es
  3. Pojok Sains: Kenapa Waktu Terasa Berjalan Lebih Cepat Saat Kita Dewasa? Tahun 2025 Terasa Singkat, Ini Alasannya!
Berita ini 54 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Food

Studi Harvard: Konsumsi Minyak Zaitun Turunkan Risiko Kematian Akibat Demensia hingga 28%
Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!

Artikel

Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!

Fakta Unik

Rahasia Di Balik Kilau Putih Salju: Mengapa Kristal Bening Bisa Menghasilkan Hamparan Putih?

Sains

Laporan UFO dan Objek Misterius Kini Dibuka ke Publik AS

Fakta Unik

5 Fenomena Planet Memukau di Langit Oktober 2026: Jangan Lewatkan Oposisi Saturnus!
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Artikel

Kenapa Minuman Soda Rasanya “Menggigit” Lidah? Kenalan dengan H2CO3 (Asam Karbonat), Si Pembuat Gelembung!

Bilogi

Rahasia Kupu-Kupu Gatekeeper: Si Cantik Ber sayap Jingga yang Menggantungkan Hidup pada Cuaca

Bilogi

Rahasia Keren di Balik Kilau Mutiara: Cara Kerang Mengubah Gangguan Menjadi Permata