Disperindag Kerinci Tampilkan Produk UMKM, Kopi Arabica hingga Sirup Kulit Manis Ramaikan Festival Budaya 2026
Koransakti.co.id, Kerinci- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kerinci melalui partisipasi Desperinda dan Yoddizal Ali, S.Pd., M.H., turut mendorong promosi produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam Festival Budaya Kerinci 2026. Beragam produk lokal, mulai dari kopi Arabica Kerinci, jeruk, madu, hingga olahan rempah dan makanan ringan, di perkenalkan kepada pengunjung di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026).
Partisipasi tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga Negeri Seribu Budaya”, festival ini tidak hanya menampilkan kekayaan adat dan tradisi, tetapi juga memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Kepala Dinas perindag Kabupaten Kerinci, Yoddizal Ali, S.Pd., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Kerinci 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu ajang penting untuk memperkenalkan hasil produksi masyarakat kepada pengunjung dari berbagai daerah.
“Kami keluarga besar Disperindag Kabupaten Kerinci sangat mendukung Festival Budaya Kerinci 2026. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM agar semakin di kenal masyarakat luas dan mampu menarik minat konsumen dari luar daerah,” ujar Yoddizal Ali.
Kopi Arabica hingga Olahan Rempah Jadi Produk Unggulan
Berbagai produk UMKM khas Kerinci menjadi daya tarik dalam kegiatan promosi tersebut. Di antaranya kopi Arabica Kerinci yang di kenal sebagai salah satu komoditas unggulan daerah, jeruk, madu Kerinci, kunyit, dan jahe yang mencerminkan kekayaan hasil pertanian masyarakat setempat.
Selain produk pertanian, pelaku UMKM juga menghadirkan aneka makanan olahan, seperti brownies Kerinci crispy dan keripik kentang. Produk berbahan rempah dan hasil perkebunan turut melengkapi pilihan, termasuk kulit manis serta sirup kulit manis yang menawarkan cita rasa khas daerah.
Beragam produk tersebut memperlihatkan bahwa potensi ekonomi Kerinci tidak hanya bertumpu pada hasil pertanian mentah. Melalui kreativitas pelaku usaha, berbagai komoditas lokal dapat di olah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Selain produk-produk tersebut, masih banyak hasil produksi UMKM unggulan Kerinci yang berpotensi di kembangkan dan di pasarkan secara lebih luas.
Disperindag Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing
Yoddizal Ali menilai produk lokal Kerinci memiliki peluang besar untuk berkembang karena di dukung kekayaan sumber daya alam serta keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi produk siap jual.
Karena itu, promosi melalui festival budaya menjadi langkah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen. Melalui kesempatan tersebut, masyarakat dapat mengenal lebih dekat produk lokal, sedangkan pelaku UMKM berpeluang memperluas jaringan pemasaran.
Ia juga mengajak masyarakat untuk semakin bangga menggunakan produk daerah sendiri. Dukungan konsumen terhadap produk lokal di nilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Produk yang di hasilkan masyarakat Kerinci memiliki ciri khas dan potensi untuk terus di kembangkan. Kami berharap melalui festival ini, produk UMKM semakin di kenal, di minati, dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” tambahnya.
Menurutnya, pelaku usaha juga perlu terus menjaga kualitas produk, meningkatkan kemasan, serta mengembangkan inovasi agar mampu mengikuti kebutuhan pasar. Dengan demikian, produk UMKM Kerinci tidak hanya di kenal saat festival berlangsung, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.
Festival Budaya Jadi Ruang Promosi Ekonomi Daerah
Festival Budaya Kerinci 2026 di buka langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani. Kegiatan tersebut turut di hadiri Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Kerinci Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.Sos., M.M., serta unsur pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.
Festival berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026, dengan menghadirkan beragam kegiatan. Agenda tersebut meliputi pawai budaya, pameran budaya, atraksi seni dan tradisi, kuliner khas daerah, pameran benda budaya, pacu biduk, hingga Rentak Busamo Kudo Kelabu.
Beragam agenda tersebut menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
Yoddizal berharap Festival Budaya Kerinci dapat terus di selenggarakan pada tahun-tahun mendatang. Ia optimistis kegiatan yang memadukan pelestarian budaya dan promosi ekonomi ini dapat membantu meningkatkan popularitas produk UMKM serta memperluas peluang pemasaran.
Melalui dukungan Dinas perindag dan partisipasi pelaku usaha, produk unggulan seperti kopi Arabica Kerinci, madu, jeruk, olahan rempah, brownies crispy, keripik kentang, dan sirup kulit manis di harapkan semakin di kenal luas. Dengan promosi yang berkelanjutan, produk lokal Kerinci di harapkan mampu meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing UMKM, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (Emi)
Baca juga: Kesbangpol Kerinci Dukung Festival Budaya 2026, Kenalkan Kuliner Tempo Dulu
Festival Budaya Kerinci 2026 Di gelar 22–25 Oktober, Angkat Ragam Tradisi dan Seni Lokal

















