Koran Sakti.co.id, Kerinci – Akses jalan nasional di Pulau Pandan, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, yang sempat diblokir warga akhirnya kembali dibuka pada Jumat (22/8).
Pembukaan jalan berlangsung setelah Bupati Kerinci, Monadi, bersama Dandim 0417/Kerinci, Letkol Inf Eko Budiarto, turun langsung ke lokasi dan menggelar dialog dengan warga.
Pemblokiran jalan dipicu pasca aksi unjuk rasa sebagian warga Desa Pulau Pandan dan Desa Karang Pandan yang menuntut kompensasi sebesar Rp300 juta dari PT Kerinci Merangin Hidro (KMH). Aksi tersebut sempat memanas hingga aparat mengamankan beberapa orang warga.
Sebelumnya diketahui, dalam rapat koordinasi Tim Terpadu (Timdu) Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Kerinci, telah tercapai kesepakatan antara pihak perusahaan dan masyarakat terkait pemberian kompensasi sebesar Rp 5 juta per kepala keluarga.
Dana itu disepakati sebagai ganti rugi dampak lingkungan akibat pembangunan pintu air PLTA Kerinci. Namun, sebagian warga menolak nilai kompensasi tersebut sehingga kembali melakukan aksi demo dan blokir jalan.
Menanggapi situasi ini, Bupati Kerici, Monadi mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik dan tidak anarkis
“Saya berharap semua pihak bisa menahan diri, warga tidak melakukan tindakan anarkis karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Pemerintah daerah bersama semua pihak terus berupaya mencari solusi terbaik,” tegasnya.
Dengan adanya dialog antara pemerintah daerah, TNI, dan warga, kondisi berangsur kondusif. Arus lalu lintas di jalan nasional kembali normal. (Emi)















