KYIV, UKRAINA – Seorang politisi senior dan tokoh nasionalis Ukraina, Andriy Parubiy, tewas secara tragis. Ia ditembak mati di kota Lviv, Ukraina bagian barat, pada hari Sabtu (30/8/2025). Pihak berwenang menyebut insiden ini sebagai sebuah serangan yang terencana.
Hingga kini, pelaku penembakan berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran. Pembunuhan tokoh penting ini mengguncang dunia politik Ukraina dan mengundang kecaman dari berbagai pihak.
Serangan yang Direncanakan dengan Matang
Menurut keterangan polisi, Parubiy ditembak beberapa kali dengan senjata api laras pendek. Ia meninggal di tempat kejadian sebelum tim medis tiba. Polisi menyatakan bahwa pelaku “sangat siap” dan serangan ini “direncanakan dengan cermat.”
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut angkat bicara. Melalui media sosial, ia menyebut pembunuhan ini sebagai tindakan yang “mengerikan” dan terencana. Para pejabat Uni Eropa, termasuk Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola, juga menyampaikan belasungkawa dan keterkejutan mereka.
Sosok Penting dalam Sejarah Modern Ukraina
Andriy Parubiy, yang wafat di usia 54 tahun, adalah figur sentral dalam politik Ukraina pro-Barat. Ia aktif sejak runtuhnya Uni Soviet pada awal tahun 1990-an dan menjadi anggota parlemen sejak 2007 hingga akhir hayatnya.
Namanya dikenal luas sebagai salah satu pemimpin dalam dua revolusi besar di Ukraina:
- Revolusi Oranye (2004): Aksi protes damai besar-besaran menentang hasil pemilu yang curang.
- Revolusi Maidan (2014): Gerakan yang menggulingkan presiden pro-Rusia Viktor Yanukovych. Saat itu, Parubiy adalah komandan dari kota tenda para demonstran.
Parubiy juga pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Ukraina. Pada 2019, ia menandatangani undang-undang yang mewajibkan penggunaan bahasa Ukraina di sektor publik, sebuah langkah yang dipandang sebagai upaya melawan pengaruh Rusia.
“Tembakan ke Jantung Ukraina”
Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko memberikan reaksi keras atas pembunuhan ini. Ia mengatakan bahwa Parubiy “ditembak mati oleh monster di Lviv.”
“Kejahatan ini bukan hanya tembakan yang diarahkan pada seseorang. Ini adalah tembakan ke tentara. Tembakan ke bahasa. Tembakan ke keyakinan. Ini adalah tembakan ke jantung Ukraina,” tulis Poroshenko di media sosial.
Pembunuhan Andriy Parubiy meninggalkan duka mendalam dan menimbulkan kekhawatiran baru tentang keamanan dan stabilitas politik di Ukraina.















