koransakti.co.id – Tahun 2025 telah menyajikan sejumlah karya fiksi luar biasa yang berhasil memukau para kritikus dan pembaca di seluruh dunia. Mulai dari novel epik yang masuk nominasi Booker Prize hingga fantasi dark academia yang adiktif, selalu ada bacaan baru yang menarik untuk dinikmati.
Bagi Anda yang sedang mencari bacaan berkualitas berikutnya, berikut adalah daftar 18 buku fiksi terbaik yang telah dirilis sepanjang tahun ini, seperti yang dirangkum oleh para jurnalis BBC.
Katabasis oleh RF Kuang
Penulis fenomenal di balik Babel dan Yellowface, Rebecca Kuang, kembali dengan novel fantasi dark academia yang brilian. Dengan premis “universitas adalah neraka”, Katabasis menceritakan perjalanan seorang mahasiswi pascasarjana ke dunia bawah untuk menghidupkan kembali supervisornya, hanya untuk menemukan bahwa neraka adalah sebuah kampus. Novel ini dipuji karena humor gelapnya dan kalimat-kalimatnya yang “lezat”.
Dream Count oleh Chimamanda Ngozi Adichie
Setelah lebih dari satu dekade sejak novel Americanah, kehadiran karya baru dari Chimamanda Ngozi Adichie menjadi momen besar di dunia sastra. Dream Count mengisahkan persahabatan tiga perempuan Nigeria yang hidupnya tidak berjalan sesuai harapan, dengan alur cerita yang saling berhubungan dan mengeksplorasi tema besar seperti maskulinitas, ras, dan kekuasaan.
The Dream Hotel oleh Laila Lalami
Masuk dalam daftar panjang Women’s Prize for Fiction 2025, novel kelima Laila Lalami ini adalah sebuah kisah spekulatif yang mengerikan tentang jangkauan teknologi dan pengawasan. Seorang perempuan ditahan di bandara karena data dari mimpinya menunjukkan bahwa ia berpotensi membahayakan suaminya. Novel ini disebut sebagai “visi yang sangat kredibel” yang menyentuh teror di zaman kita.
Flashlight oleh Susan Choi
Novel keenam dari Susan Choi ini masuk dalam daftar pendek Booker Prize. Ceritanya dimulai ketika seorang gadis 10 tahun ditemukan di pantai Jepang, sementara ayahnya hilang. Kisah ini kemudian terbentang melintasi generasi dan benua, dari Korea Utara hingga Amerika Serikat, dalam sebuah eksplorasi identitas, kebenaran tersembunyi, dan ras yang memukau.
We Do Not Part oleh Han Kang
Ditulis oleh pemenang Hadiah Nobel Sastra 2024, Han Kang, novel ini mengeksplorasi hubungan antara dua perempuan, Kyungha dan Inseon, sambil mengungkap babak sejarah Korea yang penuh kekerasan dan telah dilupakan. Seperti karya-karyanya yang lain, novel ini mengaburkan batas antara mimpi dan kenyataan, dan disebut sebagai karya yang “sangat indah dan sangat meresahkan”.
Daftar Buku Terbaik Lainnya:
- Helm oleh Sarah Hall
- Good and Evil and Other Stories oleh Samanta Schweblin
- Bring the House Down oleh Charlotte Runcie
- The Loneliness of Sonia and Sunny oleh Kiran Desai
- Stag Dance oleh Torrey Peters
- Theft oleh Abdulrazak Gurnah
- Universality oleh Natasha Brown
- The Names oleh Florence Knapp
- The Emperor of Gladness oleh Ocean Vuong
- Eden’s Shore oleh Oisín Fagan
- Dream State oleh Eric Puchner
- Confessions oleh Catherine Airey
- Flesh oleh David Szalay
Baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti















