koransakti.co.id- Dunia balap motor internasional kembali di kejutkan oleh bakat luar biasa dari tanah air. Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, Sabian Fathul Ilmi membuktikan bahwa usia hanyalah angka saat ia berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Kemenangan gemilang ini ia raih dalam ajang bergengsi Yamaha R3 bLU cRU Asia-Pacific Championship 2026 seri kedua yang berlangsung di The Bend Motorsport Park, Australia.
Perjuangan Melawan Kendala Administratif
Langkah Sabian menuju podium Australia tidaklah mulus. Sebelumnya, pembalap muda ini harus menelan kekecewaan karena gagal mengaspal di seri perdana musim 2026. Kendala administrasi terkait masalah Visa memaksa Sabian absen dan kehilangan poin di seri pembuka. Namun, alih-alih patah semangat, absennya Sabian justru menjadi bahan bakar motivasi yang luar biasa saat ia tiba di Negeri Kanguru.
Memasuki seri kedua yang digelar pada 1-3 Mei 2026, Sabian datang dengan status pembalap debutan full season. Meski berstatus “rookie”, ia bukan orang baru di ekosistem Yamaha R3. Tahun lalu, ia sempat mencuri perhatian lewat penampilan wildcard di Buriram, Thailand, yang memberikan sinyal kuat bahwa ia adalah ancaman serius bagi pembalap mapan lainnya.
Dominasi Sejak Sesi Latihan
Adaptasi cepat menjadi kunci utama Sabian di The Bend Motorsport Park. Sejak sesi latihan bebas pertama (FP1), ia terus menunjukkan progres yang konsisten. Mengawali sesi di posisi ke-8, Sabian dan tim mekanik bekerja keras menyempurnakan set-up motor Yamaha R3 miliknya. Hasilnya terlihat jelas di sesi latihan kedua (FP2), di mana ia merangsek naik ke posisi ke-4.
Kematangan mental Sabian semakin teruji saat sesi kualifikasi. Ia mampu membaca arah angin dan titik pengereman di sirkuit Australia yang dikenal teknis tersebut dengan sangat baik. Kerja kerasnya membuahkan hasil manis berupa posisi start kedua (P2), menempatkannya di barisan depan untuk memulai pertarungan sesungguhnya.
Race 1: Kemenangan Bersejarah di Australia
Saat lampu hijau menyala di Race 1, Sabian langsung menunjukkan agresivitas yang terukur. Ia bersaing sengit dengan pembalap-pembalap tangguh dari Australia, China, Thailand, hingga Selandia Baru. Balapan berlangsung sangat ketat, di mana aksi saling salip terjadi di hampir setiap tikungan.
Dengan ketenangan luar biasa untuk pembalap seusianya, Sabian berhasil menjaga ritme balap dan menjaga keausan ban. Pada lap-lap terakhir, ia melakukan manuver cerdas yang membawanya memimpin balapan hingga menyentuh garis finis di posisi pertama.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional karena merupakan kemenangan perdana Sabian dalam musim penuh pertamanya di level Asia-Pasifik.
“Senang sekali bisa juara Race 1 seri 2 ini. Rasanya beda menang pertama kali di Yamaha R3 bLU cRU Asia-Pacific Championship,” ungkap Sabian dengan rona bahagia setelah turun dari podium. Kemenangan ini diakuinya telah mendongkrak kepercayaan dirinya untuk menatap seri-seri berikutnya di kalender balap 2026.
Tantangan di Race 2 dan Klasemen Sementara
Dinamika balap motor memang sulit ditebak. Setelah tampil dominan di Race 1, Sabian menghadapi tantangan yang lebih berat di Race 2. Ketatnya persaingan di grup depan membuatnya harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-6. Walau gagal mengulang podium, raihan posisi ke-6 tetap memberikan tambahan poin krusial bagi klasemennya.
Hingga saat ini, Sabian Fathul Ilmi bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara dengan total raihan 35 poin. Mengingat ia sempat absen di seri pertama, posisi ini menunjukkan betapa kompetitifnya performa Sabian dibandingkan rival-rivalnya yang sudah mengantongi poin dari dua seri penuh.
Dukungan Penuh Yamaha Racing Indonesia
Prestasi gemilang Sabian langsung mendapat sorotan positif dari manajemen PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport Yamaha Indonesia, memberikan apresiasi tinggi atas kemajuan signifikan yang ditunjukkan oleh sang pembalap muda.
Menurut Wahyu, kemampuan Sabian untuk langsung menang di musim debutnya adalah bukti keberhasilan program pembinaan pembalap muda Yamaha di Indonesia. Pihak manajemen berharap performa impresif ini bukan sekadar kejutan sesaat, melainkan awal dari konsistensi Sabian hingga akhir musim nanti demi membawa nama Indonesia semakin harum di kancah internasional.
Kemenangan Sabian di Australia ini menjadi pesan kuat bagi dunia balap Asia-Pasifik bahwa Indonesia memiliki “permata” baru yang siap bersinar. Dengan dukungan teknis yang tepat dan jam terbang yang terus bertambah, bukan tidak mungkin Sabian Fathul Ilmi akan menjadi nama besar berikutnya yang melangkah ke jenjang kejuaraan dunia. (fadil)















