koransakti.co.id- Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini terus meluas hingga menghanguskan area perkebunan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat total lahan yang terbakar telah menembus angka 969 hektare, dengan dampak terparah melanda Kecamatan Landasan Ulin, Cempaka, dan Liang Anggang.
Eskalasi kebakaran pada lahan gambut dalam beberapa hari terakhir memicu kabut asap pekat yang mengganggu jarak pandang dan memperburuk kualitas udara, terutama saat pagi hari. Petugas pemadam kebakaran membeberkan bahwa mereka menghadapi tantangan berat di lapangan. Selain pasokan air yang mulai menipis, akses jalan yang sempit membuat armada mobil tangki air kesulitan menjangkau titik api. Kondisi ini memaksa petugas dan warga sekitar bahu-membahu menjinakkan kobaran api agar tidak semakin merembet ke pemukiman serta lahan pertanian.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta warga terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia menegaskan bahwa asap karhutla membawa partikel berbahaya PM2.5 yang dapat mengikis kesehatan paru-paru dan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Oleh karena itu, masyarakat di imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, rutin memantau indeks kualitas udara lewat aplikasi, serta disiplin mengenakan masker saat beraktivitas di ruang terbuka.***
Kemarau Tiba: Air tetap Terjaga?
*Tegas dan Sigap, Pabung Kodim 0417/Kerinci ikuti Latihan Gulbencal Karhutla Sei Gelam.*















