Kemarau Tiba: Air tetap Terjaga?
Koransakti.co.id- Tatkala Eropa di landa gelombang panas ekstrem menelan korban meninggal sekitar 10.650 orang. Bahkan saat ini suhu di Barcelona telah mencapai 40,5 derajat Celsius. Jumlah korban meninggal di seluruh Spanyol 1.028 orang.
Di Indonesia belum ada laporan korban meninggal akibat panas ekstrem. Kemarau yang melanda Indonesia saat ini terutama terjadi di Sumatera, Jawa, NTT dan Kalimantan Tengah dengan suhu berkisar antara 34 derajat Celsius hingga 36.
Dengan telah di bangunnya sekitar 60 bendungan berskala besar dan 5.000 embung dengan anggaran lebih dari Rp 400 triliun: harusnya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan ketersediaan air. Yang menjadi persoalan apakah semua bendungan dan embung tersebut berfungsi sebagaimana di rencanakan semula. Lagi pula belum ada studi yang komprehensif tentang efektivitas dan efisiensi pembangunan sarana sumber daya air.
Antisipasi yang perlu di lakukan:
Pertama, kesiagaan dan kesiapan menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan di beberapa daerah yang memang menjadi “langganan” Karhutla seperti: Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalsel dan Kalteng.
Kedua, menghemat penggunaan air bersih di semua lapisan masyarakat.
Ketiga, perlu adanya cadangan air bersih terutama di daerah yang tingkat kesulitan air sangat tinggi.
Keempat, melaksanakan modifikasi cuaca dengan melibatkan instansi teknis dan perguruan tinggi.
Kelima, penyampaian informasi monitoring cuaca secara berkala ke publik. Dan upaya preventif yang perlu dilakukan.
Semoga kemarau segera berlalu. InsyaAllah.
Penulis:















