Oleh: DEDI ASIKIN
Koran Sakti.co.id- Setidaknya pernah ada dua nama yang dikenal banyak orang untuk wilayah kepulauan yang sekarang bernama Indonesia
Dwipantara.
Berasal dari bahasa Sansekerta.
Dwipa artinya gugus pulau dan antara berarti seberang atau antara pulau pulau seberang.
Konon nama itu muncul tahun 78 Masehi
Lalu ada nama Nusantara. Juga berasal dari bahasa Sansekerta.
Nusa artinya pulau dan antara berarti seberang.
Pulau diseberang.
Nama Dwipantara digunakan dalam sejarah India kuno oleh banyak penjelajah yang sempat mampir di tanah India.
Sementara, Nusantara diperkenalkan oleh Mahapatih Gajah Mada dari dinasti Kerajaan Majapahit. Sumpah Palapa yang kesohor itu diucapkan oleh Gajah Mada tahun 1336 Masehi.
Dan nama Indonesia sendiri baru muncul pada tahun 1850.
Adalah James Richardson logan (antropolog Inggris) dan George Samuel Windsor Earl ( pengacara dan Etnolog Inggris) yang mencipta nama Indonesia itu, dalam jurnal of the Indian Archipelago and Eastern Asia.
Earl mengusulkan dua nama yaitu Malayunesia dan Indunesia.
Sementara Logan lebih setuju Indunesia tapi u diganti dengan o menjadi Indonesia dan mereka sepakat Indonesia.
Nama Indonesia kemudian dipopulerkan oleh Adolf Bastian seorang Etnolog Jerman dalam buku Indonesian order die insetim Des Malayusen Archipels.
Nama Indonesia sempat dipergunakan organisasi perjuangan Perhimpunan Indonesia.
Dan ditengah masyarakat luas sempat diperdengarkan lewat lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman, dalam Kongres pemuda 28 Oktober 1928.
Dan pada akhirnya secara resmi Indonesia menjadi nama sebuah negara dan bangsa lewat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
80 tahun sudah kita bangga dengan NKRI dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Rote . Semboyan kita, NKRI harga mati
Dirgahayu 80 tahun NKRI.















