Bulog Salurkan 1.311 Ton Beras Gratis untuk KPM di Sungai Penuh dan Kerinci
Koransakti.co.id, Sungai Penuh- Perum Bulog Cabang Sungai Penuh memastikan penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus berjalan. Pada periode Juli, Agustus, dan September 2026, Bulog menyalurkan total 1.311 ton beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di dua daerah tersebut.
Kepala Perum Bulog Cabang Sungai Penuh, Fahmi Hafiza Siregar mengatakan setiap KPM menerima bantuan sebanyak 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan.
“Setiap KPM menerima 30 kilogram beras untuk tiga bulan, yakni alokasi Juli, Agustus dan September 2026. Penyaluran ini kita lakukan berdasarkan data penerima yang telah di tetapkan pemerintah,” ujar Fahmi saat wawancara bersama media ini, Senin (7/9) di ruang kerjanya.
Dari total tersebut, masyarakat Kota Sungai Penuh menerima sekitar 249 ton, sedangkan Kabupaten Kerinci mendapatkan sekitar 1.062 ton.
Lebih lanjut Kabulog, Fahmi yang di dampingi oleh Eka wijaya, Asisten manajer ADM dan Keuangan serta Heryadi Assisten manajer pengadaan dan operasional menyebut Beras yang di salurkan merupakan jenis beras medium. Bulog memenuhi kebutuhan tersebut melalui pasokan dari sejumlah daerah, termasuk hasil produksi petani lokal Sungai Penuh dan Kerinci serta pasokan dari Palembang dan Jambi.
Penerima Mengacu Data Desil
Fahmi menjelaskan, pemerintah menetapkan KPM berdasarkan data sosial ekonomi yang menjadi dasar penyaluran bantuan. Masyarakat yang masuk dalam desil 0 sampai 4 menjadi kelompok yang di prioritaskan sebagai penerima bantuan pangan.
Karena itu, masyarakat yang belum menerima bantuan perlu memastikan kembali status dan pemutakhiran datanya.
“Penyaluran bantuan mengacu pada data penerima yang sudah di tetapkan. Kalau ada warga yang merasa layak menerima tetapi datanya, misalnya, masih tercatat di desil 5, maka warga tersebut dapat melakukan perbaikan atau pemutakhiran data melalui pemerintah desa dan Dinas Sosial,” jelas Fahmi.
Menurutnya, pembaruan data menjadi penting agar pemerintah memiliki informasi yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat. Dengan demikian, program bantuan dapat menyasar warga yang benar-benar memenuhi kriteria.
Bantuan Di salurkan Gratis
Dalam proses distribusi, Bulog bekerja sama dengan pemerintah desa. Beras di kirim ke desa untuk kemudian di salurkan kepada KPM sesuai data penerima.
Fahmi mengatakan kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam proses distribusi. Jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan yang belum baik, terutama menuju sejumlah wilayah pedalaman, terkadang membuat proses pengiriman membutuhkan waktu lebih panjang.
“Secara umum penyaluran berjalan. Kendalanya lebih kepada jarak dan kondisi jalan, terutama menuju wilayah pedalaman. Namun, kita tetap berupaya agar bantuan sampai kepada masyarakat yang sudah di tetapkan sebagai penerima,” katanya.
Fahmi juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan bantuan tersebut.
“Bantuan pangan ini gratis. KPM yang sudah di tetapkan sebagai penerima tidak di pungut biaya sepeser pun,” tegasnya.
Bulog Serap Gabah Petani Lokal
Di tengah penyaluran bantuan pangan, Bulog juga terus memperkuat cadangan beras melalui penyerapan gabah petani lokal.
Bulog Cabang Sungai Penuh menargetkan penyerapan gabah sebanyak 1.000 ton. Hingga saat ini, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 743 ton atau 74 persen dari target.
Fahmi menyebut Bulog saat ini membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.
“Penyerapan gabah petani lokal terus kita lakukan. Saat ini harga yang kita gunakan untuk penyerapan gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Selain menjaga stok Bulog, langkah ini juga membantu menyerap hasil produksi petani,” ujarnya.
Menurut Fahmi, penyerapan dari petani lokal menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat rantai pasok beras di daerah.
Beras SPHP Tetap Tersedia
Selain bantuan pangan, Bulog tetap menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat.
Bulog menyediakan beras SPHP melalui sejumlah saluran, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), mitra Bulog, mitra binaan, operasi pasar, hingga kegiatan gelar pangan murah yang di laksanakan bersama instansi pemerintah.
“SPHP tetap kita salurkan melalui berbagai jalur. Masyarakat bisa mendapatkannya melalui RPK, mitra Bulog, mitra binaan, operasi pasar maupun kegiatan pangan murah bersama pemerintah daerah. Kita terus menjaga agar masyarakat memiliki akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau,” kata Fahmi.
Dengan berbagai jalur distribusi tersebut, Bulog berupaya menjaga pasokan beras sekaligus membantu pemerintah mengendalikan harga pangan di tengah masyarakat.
Stok Beras Di pastikan Aman
Fahmi memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Selain terus menyerap gabah dari petani lokal, Bulog juga memiliki cadangan beras yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Secara nasional, Bulog saat ini telah menguasai sekitar 5 juta ton beras.
“Kalau berbicara stok, kita tidak perlu khawatir kekurangan. Secara nasional Bulog sudah menguasai sekitar 5 juta ton beras. Di daerah kita juga terus melakukan penyerapan gabah sehingga cadangan tetap terjaga,” ungkap Fahmi.
Kondisi tersebut membuat Bulog optimistis mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan.
Masyarakat Bisa Menjadi Mitra Bulog
Tidak hanya menyalurkan bantuan dan beras SPHP, Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci juga membuka peluang kemitraan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Calon mitra dapat mengajukan diri dengan datang langsung ke Kantor Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci. Mereka perlu melengkapi sejumlah persyaratan, yakni KTP, NPWP, KK, NIB, SKHU, serta memiliki tempat usaha atau ruko.
“Siapa pun yang memenuhi persyaratan bisa mengajukan kemitraan dengan Bulog. Prosesnya bisa di lakukan dengan datang langsung ke kantor dan membawa dokumen yang di persyaratkan,” jelas Fahmi.
Untuk pembelian beras SPHP, mitra dapat membeli maksimal 2 ton, dengan tetap menyesuaikan ketersediaan stok di gudang. Sementara pembelian komoditas minyak juga mengikuti jumlah stok yang tersedia.
Bulog menerapkan pembayaran secara tunai. Setelah transaksi selesai, mitra dapat mengambil barang secara langsung di Kantor Bulog Cabang Sungai Penuh-Kerinci.
Melalui rangkaian program tersebut, Bulog tidak hanya menjalankan fungsi penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjaga pasokan, menyerap hasil produksi petani, menyediakan beras SPHP, serta membuka akses kemitraan bagi masyarakat.
Fahmi berharap seluruh program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga kebutuhan pangan masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci tetap terpenuhi.
“Kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan menerima bantuan sesuai data, petani memiliki pasar untuk hasil produksinya, dan masyarakat secara umum tetap bisa mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya. (Emi)















