Home / Budaya / Kerinci

Minggu, 27 September 2026 - 19:48 WIB

Sekda Kerinci Zainal Efendi Apresiasi Kenduri Sko, Adat dan Pusako Usang Terus Dijaga

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Kerinci- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, S.P., M.Si., menghadiri Kenduri Sko Tigo Luhah Permanti Yang Berenam dua Desa Air Hangat dan Desa Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Minggu (27/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zainal Efendi mendampingi Bupati Kerinci, Monadi bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyaksikan langsung pelaksanaan salah satu tradisi adat yang masih di jaga masyarakat Kerinci.

Menurut Zainal, Kenduri Sko bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut memiliki makna penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkenalkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Kenduri Sko bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum untuk menjaga, menghidupkan kembali serta mewariskan adat dan pusako usang kepada generasi penerus,” ujar Zainal Efendi.

Baca juga :   Bupati Adirozal Hadiri Kenduri SKO Desa Tanjung Genting.

Ia mengapresiasi masyarakat yang masih konsisten melaksanakan Kenduri Sko. Sebab, di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap memiliki kepedulian untuk mempertahankan adat dan budaya yang menjadi identitas daerah.

Selain itu, Kenduri Sko juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi. Masyarakat berkumpul, berinteraksi dan bersama-sama menjaga nilai kebersamaan yang telah di wariskan secara turun-temurun.

Karena itu, Zainal mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut menjaga keberadaan adat dan budaya Kerinci.

“Adat lamo di junjung, pusako usang di pelihara, marwah di jago sepanjang maso,” ungkapnya.

Baca juga :   Dinkes Kerinci Beri Penghargaan Pegawai Teladan Semester I, Harmendizal: Terus Tingkatkan Pelayanan Terbaik

Zainal menegaskan, pelestarian adat bukan hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan di kenal oleh generasi berikutnya.

“Mari terus kita rawat adat, budaya dan nilai kebersamaan sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kerinci,” katanya.

Melalui pelaksanaan Kenduri Sko, masyarakat tidak hanya mempertahankan sebuah tradisi, tetapi juga menjaga hubungan dengan sejarah dan warisan leluhur. Dengan begitu, adat dan pusako usang tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat Kerinci dari generasi ke generasi. (Emi)

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kerinci

Gabungan LSM Siapkan Aksi Jilid III, Desak SPPG Bermasalah Ditutup

Advetorial

Bupati Kerinci Adirozal Hadiri Peringatan Satu Abad PSHT

Hukum

Widya Gugat Ulang, Minta Tempat Dikosongkan

Kerinci

Babinsa Kodim 0417/Kerinci Ajak Masyarakat Disiplin Hidup Bersih dan Sehat.

Kerinci

Dandim 0417/Kerinci Tinjau Langsung Kesiapan Posko Pengamanan Mudik Lebaran 

Advetorial

Bupati Resmikan Pasar Harian Kabupaten Kerinci

Jambi

Kapolres Kerinci Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan IRET dan TCC hingga Tingkat Desa

Budaya

Memahami Peristiwa 1965: 6 Rekomendasi Buku yang Wajib Dibaca