Home / Kerinci / Life / Lingkungan

Kamis, 23 April 2026 - 19:43 WIB

Bukan Sekadar Angkut-Buang, DLH Kerinci Siapkan Strategi Komprehensif Tangani Sampah dari Hulu ke Hilir

koransakti - Penulis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut.,M.Si

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut.,M.Si

koransakti.co.id, Kerinci – Masalah persampahan bukan lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan tantangan besar yang memerlukan sinergi total antara pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut di tegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci, Neneng Susanti, S.Hut., M.Si, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Persampahan bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Kamis (23/4/2026).

Dalam pernyataannya, Neneng menekankan bahwa pola lama “angkut dan buang” sudah saatnya di tinggalkan. Menurutnya, penanganan sampah yang efektif harus di mulai dengan pondasi aturan yang kuat sebelum melangkah ke penyediaan fasilitas fisik.

Regulasi Sebagai Panglima

Neneng menyoroti bahwa ketersediaan fasilitas pembuangan akan menjadi sia-sia jika tidak di barengi dengan regulasi yang mengikat. Ia mengibaratkan aturan sebagai rel yang akan mengarahkan program persampahan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Baca juga :   Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Fadli Sudria Tausiyah di Masjid Raya Pasar Jujun

“Penanganan sampah tidak cukup hanya menyediakan armada atau tempat sampah. Kita harus mulai dari regulasi yang mampu mengakomodir setiap tindakan di lapangan. Jika hanya fasilitas yang di kejar tanpa aturan yang melengkapi, itu akan sia-sia,” ujar Neneng dengan tegas.

Penerapan Sistem Reward dan Punishment

Lebih lanjut, DLH Kerinci berencana menjalankan program secara runut, mulai dari penguatan regulasi hingga penerapan sistem insentif dan sanksi (reward and punishment). Langkah ini diambil untuk membangun kesadaran kolektif dan disiplin masyarakat.

Neneng menjelaskan bahwa masyarakat yang aktif mengelola dan memilah sampah layak mendapatkan apresiasi. Sebaliknya, ketegasan aturan juga harus diberlakukan bagi pelanggar untuk memberikan efek jera.

“Semuanya harus dilakukan secara runut. Ada program, ada penghargaan bagi yang taat, dan ada sanksi bagi yang melanggar. Dengan begitu, sistem ini akan berjalan secara organik di tengah masyarakat,” tambahnya.

Baca juga :   Hardiknas 2026 di Kerinci Diawali Penandatanganan Pakta Integritas, Bupati Monadi Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu 

Integrasi Hulu ke Hilir

Menutup pernyataannya, Neneng mengajak seluruh elemen untuk melihat sampah sebagai tanggung jawab bersama. Ia mendorong transformasi pengolahan sampah yang bersifat komprehensif dan terintegrasi, yang menyentuh akar permasalahan di tingkat rumah tangga (hulu) hingga ke tempat pemrosesan akhir (hilir).

“Pengolahan sampah harus terintegrasi. Kita tata dari hulu, bagaimana masyarakat memilah, hingga ke hilir, bagaimana teknologi mengolahnya. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, mulai dari individu, komunitas, hingga pemerintah,” pungkasnya. (Emi)

Baca juga : Bupati Monadi Hadiri Rakornas KLH di Jakarta, Kerinci Siap Capai Target 100% Kelola Sampah 

Berita ini 42 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Awas! Kebiasaan Memanaskan Makanan Ini Ternyata Bisa Membahayakan Kesehatan

Advetorial

Bupati Kerinci Tanda Tangani MOU Kerjasama Dengan UT

Kerinci

Moment HUT TNI Ke 79, Polres Kerinci Beri Kejutan Ke Kodim 0417/Kerinci

Advetorial

Penurunan Stunting, Pemkab Kerinci Raih Piagam Penghargaan Kategori Inspiratif

Kerinci

Pabung dim 0417/Kerinci Pimpin Upacara Pemakaman Militer Almarhum Pelda Irfan Rianto.
Bupati Monadi: "Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh, Wujud Nyata Lestarikan Adat dan Budaya Leluhur"

Kerinci

Bupati Monadi: “Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh, Wujud Nyata Lestarikan Adat dan Budaya Leluhur”

Kerinci

MPLS Ramah 2026 Dimulai, SMA Negeri 4 Kerinci Bekali Siswa Baru dengan Karakter, Disiplin, dan Budaya Sekolah

Advetorial

PT KMH: Selamat Dirgahayu RI Ke – 77