Home / Jakarta / Pemerintahan

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:50 WIB

Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional, Dorong Pelaku Usaha Percepat Pemasukan Ternak Bakalan

koransakti - Penulis

Kementan Perkuat Ketersediaan Daging Nasional, Dorong Pelaku Usaha Percepat Pemasukan Ternak Bakalan

Koransakti.co.id Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat ketersediaan daging sapi nasional melalui kombinasi peningkatan produksi dalam negeri dan pengelolaan pasokan secara terukur.

Langkah ini di lakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan bahwa ketersediaan daging lembu nasional saat ini di topang oleh tiga sumber utama, yaitu produksi dari pemotongan sapi/kerbau lokal yang masih menjadi kontributor terbesar, pemasukan sapi/kerbau hidup (ternak bakalan) yang di gemukkan dan di potong di dalam negeri, serta impor daging sapi/kerbau untuk melengkapi kebutuhan nasional.

“Prioritas pemerintah tetap meningkatkan produksi sapi/kerbau lokal sebagai tulang punggung penyediaan daging nasional. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga. Pemerintah juga mengelola pemasukan sapi/kerbau bakalan dan impor daging secara terukur sesuai kebutuhan,” ujar Agung.

Upaya tersebut di bahas dalam rapat monitoring dan evaluasi yang di selenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan bersama para pelaku usaha importir secara daring.

Agung mengatakan masih tersedia waktu hingga akhir September 2026 bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah di tetapkan.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha importir untuk mempercepat realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah di tetapkan. Masih tersedia waktu untuk meningkatkan realisasi. Jangan sampai realisasi pemasukan justru lebih rendah di bandingkan tahun sebelumnya, karena hal ini sangat penting dalam menjaga ketersediaan pasokan daging sapi nasional sekaligus menjadi salah satu indikator evaluasi pemerintah,” ujarnya.

Menurut Agung, percepatan pemasukan ternak bakalan merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga kesinambungan pasokan, sementara dalam jangka menengah dan panjang pemerintah terus memperkuat program peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui pembibitan, kesehatan hewan, investasi peternakan, serta pemberdayaan peternak rakyat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.

Berdasarkan data Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK) dan konfirmasi pelaku usaha hingga 26 Juni 2026, realisasi pemasukan sapi bakalan mencapai 180.371 ekor atau sekitar 25,8 persen dari target nasional sebanyak 700.000 ekor. Angka tersebut akan bertambah mengingat periode realisasi berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan Kementan terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus mendampingi pelaku usaha agar target dapat di capai sesuai jadwal.

Baca juga :   Kadis PUPR Kerinci Maya Novefry Handayani,S.T dampingi Dandim Turun Langsung ke TKP Longsor

“Masih tersedia waktu pada Juli, Agustus, dan September untuk mempercepat realisasi pada Triwulan III. Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat menunjukkan performa terbaiknya dalam memenuhi komitmen pemasukan yang telah di tetapkan. Mohon timnya terus di dorong agar realisasinya meningkat,” ujar Hendra.

Ia menambahkan bahwa capaian hingga September akan menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam evaluasi performa pelaku usaha sekaligus proyeksi kemampuan realisasi pemasukan pada tahun 2027.

“Kami meminta Bapak/Ibu menyampaikan alasan apabila capaiannya masih rendah. Masih ada waktu pada Juli, Agustus, dan September untuk menunjukkan performa terbaik. Jangan sampai prosentase capaian tahun ini lebih rendah di bandingkan tahun lalu. Komitmen realisasi juga agar di sampaikan setiap tiga bulan sehingga progresnya dapat di pantau bersama,” imbuhnya.

Baca juga :   Wako Alfin Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung 

Dukungan terhadap langkah tersebut juga di sampaikan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo).

Ketua Dewan Pembina Gapuspindo, Didiek Purwanto, memastikan anggotanya siap mempercepat realisasi sesuai target yang telah ditetapkan.

“Kami akan menggerakkan seluruh anggota Gapuspindo untuk merealisasikan komitmen ini sehingga target yang telah di tetapkan dapat tercapai,” kata Didiek.

Kementan menegaskan bahwa menjaga ketersediaan daging sapi nasional memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah akan terus memperkuat produksi sapi lokal melalui pembibitan, peningkatan produktivitas, investasi, dan pemberdayaan peternak rakyat, sekaligus memastikan pengelolaan pemasukan ternak bakalan dan impor daging di lakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, dan keterjangkauan bagi masyarakat.

Sinergi tersebut di harapkan menjadi fondasi menuju peternakan Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Baca juga: Kementan-Kemenkop Dorong Swasembada Susu, Peternak dan Koperasi Jadi Ujung Tombak

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Breaking news

Sambut Arus Balik, Posko Mudik BUMN PNM Di Balikpapan Dan Padang Siap Layani Pemudik

Pemerintahan

Kolaborasi Pemkot bersama STKIP Muhammadiyah dalam Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan

Advetorial

Fans Kangen Band Mulai Merapat Ke Icha Christy

Advetorial

Hukum

Tragedi Al Khoziny Jadi Alarm, AHY Akan Tindak Tegas Ponpes Tanpa Izin Bangunan

Pemerintahan

Presiden Prabowo Dorong Komisi Reformasi Polri Wujudkan Supremasi Hukum dan Keadilan

Jakarta

Hendry Ch Bangun umumkan Kepengurusan PWI Periode 2023 – 2028

Jakarta

RM Margono Djojohadikusumo, Arsitek Diplomasi Ekonomi dan Fiskal Indonesia Dimata Prof Dr Muhammad Said