Koransakti.co.id – Manchester United mengeluarkan pernyataan resmi menyusul kontroversi yang melibatkan salah satu pemiliknya, Sir Jim Ratcliffe.
Dalam wawancara dengan Sky News, Ratcliffe menyatakan bahwa Inggris telah “dijajah oleh imigran”, komentar yang segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Ucapan tersebut mendapat kecaman dari Perdana Menteri Keir Starmer yang menilainya sebagai pernyataan yang keliru dan menyinggung.
Kritik juga datang dari sejumlah politisi lain, termasuk Andy Burnham dan Ed Davey.
Menanggapi gelombang protes, Ratcliffe menyampaikan permintaan maaf atas penyampaian diksi yang kurang tepat.
BACA JUGA: Nottingham Forest Resmi Pilih Vitor Pereira Gantikan Sean Dyche
Meski demikian, ia tetap menekankan pentingnya pembahasan mengenai sistem imigrasi yang terkelola dengan baik.
Di tengah polemik itu, Manchester United menegaskan identitasnya sebagai klub yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas.
Dalam pernyataan resminya, klub menyebut keberagaman pemain, staf, dan pendukung sebagai cerminan karakter kota Manchester yang terbuka bagi semua orang.
Sejak menggulirkan kampanye “All Red All Equal” pada 2016, United menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan dan keberagaman.
Klub juga aktif terlibat dalam berbagai program, mulai dari kampanye kesehatan mental, inklusi LGBTQ+, anti-rasisme, hingga dukungan bagi komunitas disabilitas dan Yahudi.
Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola tengah meninjau dampak pernyataan Ratcliffe terhadap reputasi olahraga Inggris.-***















