koransakti.co.id, Bekasi – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara tegas mendorong generasi muda, khususnya perempuan, untuk mempercepat penguasaan teknologi sejak dini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk mencetak jutaan talenta digital guna menghadapi transformasi global.
Meutya mengungkapkan bahwa kementeriannya kini meningkatkan target penciptaan talenta digital di Indonesia. Dari angka semula 9 juta orang, pemerintah kini mematok target baru sebanyak 12 juta talenta digital pada tahun 2030.
“Kami ingin mendorong perempuan muda menjadi bagian dari talenta digital masa depan. Teknologi bukan sekadar alat, melainkan sumber pemberdayaan kuat bagi keluarga, komunitas, hingga bangsa,” ujar Meutya dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Memperluas Makna 3T
Dalam upaya mendukung masyarakat digital, Meutya juga memperkenalkan perluasan makna konsep 3T. Jika sebelumnya identik dengan wilayah, kini 3T bermakna Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Konsep ini menjadi landasan pemerintah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan di daerah penyangga, mendapatkan akses teknologi yang aman dan produktif.
Sejalan dengan visi tersebut, Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) menggelar Amazon Girls’ Tech Day 2026 di awal Februari. Kegiatan yang memasuki tahun ke empat ini melibatkan lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di wilayah Karawang dan Bekasi.
Program ini secara khusus menyasar siswi mulai jenjang SD hingga SMA untuk mematahkan stigma bahwa sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan gaming adalah dunia laki-laki.
“Kami memberikan pengalaman nyata dalam bidang AI, robotika, dan coding. Kami ingin memastikan anak perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin di era AI,” ungkap Winu Adiarto, Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS.
Tantangan Kesenjangan Keterampilan
Meski adopsi AI di Indonesia tumbuh pesat hingga 47 persen, fakta di lapangan menunjukkan tantangan besar. Berdasarkan laporan AWS dan Strand Partners, sekitar 57 persen bisnis di Indonesia masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keterampilan digital yang mumpuni.
Mirisnya, saat ini tercatat kurang dari 5 persen perempuan yang memilih teknologi sebagai jalur karier utama mereka.
VP Data & AI Mekari, Cecilia Astrid Maharani, menegaskan pentingnya keberagaman perspektif dalam inovasi. Sementara itu, Riris Marpaung dari GameChanger Studio menambahkan bahwa sektor gaming kini menjadi sarana penting untuk mengasah komunikasi dan kepemimpinan.
Melalui inisiatif ini, pemerintah dan mitra industri berharap para siswi tidak lagi memandang keterbatasan akses sebagai hambatan, melainkan tantangan untuk terus berprestasi di kancah digital global.**















