Koran Sakti.co.id, Jakarta – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft, resmi membuka pusat data (data center) pertamanya di Indonesia, menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital tanah air.
Peresmian ini digelar di Jakarta pada Senin (27/5), dan turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah Indonesia serta petinggi Microsoft Asia. Data center ini menjadi bagian dari investasi besar Microsoft senilai USD 1,7 miliar, yang pertama kali diumumkan pada 2021 lalu.
Dalam sambutannya, President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir menyebut kehadiran pusat data ini sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan digitalisasi berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kami berkomitmen untuk mendukung Indonesia menjadi pusat kekuatan digital di Asia Tenggara, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Dharma di sela-sela peresmian.
Akses Lebih Cepat, Data Lebih Aman
Dengan kehadiran pusat data lokal, Microsoft kini dapat menghadirkan layanan cloud seperti Azure, Microsoft 365, Dynamics 365, hingga Power Platform dengan performa yang lebih stabil dan tingkat keamanan data yang lebih tinggi, sesuai standar regulasi nasional.
Langkah ini diperkirakan akan membuka banyak peluang kerja di sektor teknologi, meningkatkan produktivitas bisnis lokal, serta memperkuat ekosistem startup Indonesia.
Dukungan Pemerintah RI
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyambut positif peresmian tersebut. Menurut Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pusat data ini bisa menjadi katalis penting bagi kedaulatan data dan ekonomi digital yang inklusif.
“Ini langkah strategis yang memperkuat posisi Indonesia di peta digital dunia. Kami berharap sektor swasta lain turut mengikuti,” kata Semuel.
Dorongan bagi Industri Digital Nasional
Seiring dengan semakin masifnya penggunaan layanan digital dan pemrosesan data berskala besar, kehadiran pusat data ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan infrastruktur digital yang memadai.
Microsoft juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pelatihan keterampilan digital bagi 24 juta masyarakat Indonesia hingga 2026.















