Koransakti.co.id, Jakarta- Program naturalisasi PSSI dalam beberapa tahun terakhir memang sukses membawa perubahan besar bagi Timnas Indonesia. Nama-nama seperti Jay Idzes hingga Kevin Diks telah memberikan warna baru. Namun, ada satu nama besar yang hingga kini gagal luluh hatinya untuk membela Garuda: Pascal Struijk.
Bek andalan Leeds United ini belakangan menjadi sorotan setelah media Inggris, Football Fancast, melabelinya sebagai salah satu pembelian terbaik dalam sejarah klub berjuluk The Whites tersebut.
Karier Gemilang di Inggris
Pascal Struijk di datangkan Leeds United dari Ajax Amsterdam pada musim panas 2018 secara gratis. Siapa sangka, pemain yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu ini menjelma menjadi pilar tak tergantikan di Elland Road.
Sejak kedatangannya, Struijk telah mencatatkan:
Total Penampilan: Lebih dari 184 pertandingan.
Nilai Pasar: Mencapai £17 juta (setara Rp340 miliar lebih), menjadikannya salah satu pemain termahal di skuad Leeds saat ini.
Kontribusi: Menjadi pemimpin di lini belakang, bahkan sering dipercaya mengenakan ban kapten.
Alasan Menolak Tawaran Naturalisasi
Meski mengakui adanya ketertarikan dari penggemar sepak bola di Indonesia, Struijk memilih untuk tetap pada pendiriannya. Dalam wawancaranya, ia menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa Leeds United bersaing di kasta tertinggi Liga Inggris dan masih memendam impian membela Timnas Belanda.
“Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar. Tapi (naturalisasi) bukan sesuatu yang saya fokuskan saat ini. Saya harap panggilan dari Belanda akan terjadi suatu saat nanti,” ujar Struijk dikutip dari ESPN Belanda.
Kerugian bagi Timnas Indonesia?
Dengan performa yang terus menanjak dan fleksibilitasnya bermain di formasi tiga bek, Struijk sebenarnya adalah sosok ideal bagi skema pelatih Shin Tae-yong. Sayangnya, keinginan sang pemain untuk mengejar karier di level internasional bersama De Oranje membuat PSSI harus puas dengan pemain yang ada.
Saat ini, nilai pasar Struijk bahkan jauh melampaui striker top Liga Inggris lainnya seperti Dominic Calvert-Lewin. Hal ini membuktikan bahwa kualitas teknis yang dimiliki Struijk memang berada di level elite dunia.
Meskipun tanpa Struijk, Timnas Indonesia tetap menunjukkan progres luar biasa dengan lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, membayangkan Struijk mengawal lini belakang bersama Jay Idzes tentu akan tetap menjadi “angan-angan” indah bagi para fans Garuda.















