koransakti.co.id- Peta persaingan Liga Voli Korea Selatan musim 2026/2027 menghadirkan kejutan besar dari sektor finansial pemain. Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, resmi menyandang gelar sebagai pevoli putri dengan bayaran tertinggi di kompetisi musim ini. Keputusannya untuk bertahan di Hyundai Hillstate membuahkan kontrak fantastis yang mencetak sejarah baru.
Melansir laporan dari Chosun, pevoli berusia 27 tahun yang juga memperkuat Timnas Korea Selatan ini mengantongi gaji sebesar 540 juta Won atau setara dengan Rp6,3 miliar per musim. Angka ini menempatkan Kim Da-in sebagai setter dengan bayaran termahal sepanjang sejarah bola voli putri Korea Selatan.
Meski mencetak rekor baru untuk posisi setter, nominal tersebut sebenarnya masih berada di bawah pendapatan legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.
Pada musim 2024/2025 lalu, Kim Yeon-koung menerima bayaran mencapai Rp9,5 miliar per musim setelah sukses membawa Incheon Life Pink Spiders merengkuh gelar juara.
Tantangan Kim Da-in di Balik Nilai Kontrak Fantastis
Status sebagai pemain termahal tidak membuat Kim Da-in berpuas diri. Atlet dengan tinggi badan di bawah 175 cm ini mengakui bahwa kemampuannya dalam melakukan blocking masih menjadi kelemahan utama.
“Saya harus bekerja ekstra keras di lini pertahanan karena keterbatasan postur tubuh saat melakukan block. Saya tidak ingin membatasi diri dan siap memangkas gerakan yang tidak perlu demi meningkatkan kualitas permainan,” ungkap Kim Da-in di kutip dari media lokal Naver.
Perbandingan Kontras dengan Gaji Megawati Hangestri
Musim ini, Kim Da-in akan bahu-membahu dengan bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, yang resmi hijrah ke Hyundai Hillstate. Kepindahan Megawati sekaligus mengakhiri masa bakti dua musimnya yang gemilang bersama Red Sparks.
Namun, jika membandingkan nilai kontrak keduanya, pendapatan Megawati musim ini rupanya tidak mencapai setengah dari gaji Kim Da-in.
Berdasarkan regulasi batasan gaji dari Federasi Bola Voli Korea (KOVO), Megawati menerima bayaran sebesar US$170.000 atau sekitar Rp2,97 miliar per tahun untuk musim ketiganya di Korea.
KOVO menetapkan aturan ketat untuk kuota pemain asing Asia, di mana pemain menerima US$150.000 pada tahun pertama dan meningkat menjadi US$170.000 untuk tahun kedua serta seterusnya.
Angka ini sebenarnya tetap menunjukkan tren kenaikan bagi Megawati yang memulai musim debutnya (2023/2024) dengan pendapatan US$100.000.
Keputusan Megawati berlabuh ke Hyundai Hillstate sendiri terjadi setelah Red Sparks mengubah komposisi pemain asing mereka dengan mendatangkan Zhong Hui (China) dan Vanja Bukilic.
Di sisi lain, Hyundai Hillstate yang merekrut outside hitter asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, membuka ruang lebar bagi Megawati untuk mengisi lini serang tim musim depan. (fadil)
Baca juga: Megawati Hangestri Pamit dari Timnas Voli Indonesia: Alasan Kesehatan dan Rencana Masa Depan















