Home / Advetorial / Daerah / Sungai Penuh

Selasa, 1 Juli 2025 - 12:09 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gratiskan Seragam Sekolah & Terapkan SPMB Bebas Pungli

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id, Sungai Penuh – Sambut tahun ajaran baru 2025, Pemerintah Kota Sungai Penuh mengumumkan dimulainya proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ribuan calon siswa akan mengikuti momen penting ini, yang juga menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak di Kota Sungai Penuh.

Melalui sistem zonasi dan penerimaan berbasis domisili, SPMB menjadi instrumen penting untuk pemerataan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh memastikan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan transparan, adil dan bebas dari pungutan liar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Khaidirman, dengan tegas menyatakan bahwa tidak boleh ada biaya tambahan dalam proses penerimaan siswa.

Baca juga :   Pangdam IV/Diponegoro Berangkatkan Prajurit dan PNS  Ibadah Umrah

“Kami ingin memastikan setiap anak punya hak yang sama mengakses pendidikan. SPMB harus bersih dan berpihak pada peserta didik,” tegasnya. Senin, (30/6/25)

Sesuai aturan yang berlaku, 70 persen kuota penerimaan diprioritaskan bagi siswa yang berdomisili di sekitar sekolah. Sementara itu, 30 persen sisanya dialokasikan untuk siswa berprestasi, dari keluarga kurang mampu, serta penyandang disabilitas.

Kebijakan ini dirancang untuk memastikan pemerataan dan kesempatan bagi semua golongan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan nyata kepada peserta didik baru, Pemerintah Kota Sungai Penuh akan memberikan satu stel seragam sekolah gratis bagi siswa yang orang tuanya memiliki KTP Sungai Penuh. Ini adalah langkah besar untuk meringankan beban orang tua dan memastikan semua anak memiliki perlengkapan dasar untuk memulai sekolah.

Baca juga :   Pengantar Walikota Terhadap RANPERDA Tentang APBD Perubahan Kota Sungai Penuh Tahun 2024

Namun, perlu dicatat bahwa seragam lainnya seperti seragam olahraga dan batik akan menjadi tanggung jawab orang tua. Penting untuk diingat, sekolah juga dilarang keras menjual atau menyediakan seragam tambahan dalam bentuk apapun.

“Sekolah yang melanggar akan diberi sanksi tegas. Siswa yang diterima di luar prosedur zonasi juga tidak akan terdaftar dalam sistem Dapodik,” tambah Khaidirman.

Kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat Dinas Pendidikan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih, inklusif, dan berpihak kepada masyarakat. Dengan pelaksanaan SPMB yang lebih adil dan dukungan seragam gratis, diharapkan tidak ada lagi anak Sungai Penuh yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan formal. (Pro)

Berita ini 39 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Advetorial

Para Pemimpin Parlemen Negara OKI Hadir Di Bandung

Sungai Penuh

Pengurus TP.PKK Kota Sungai Penuh Resmi Di Kukuhkan

Dinamika

Semarak HUT TNI Ke-79 Korem 042/Gapu Gelar Lomba PBB Tingkat SLTA Sederajat

Inspiratif

Pemdes Koto Tinggi Salurkan Bantuan Sekolah untuk 60 Pelajar

Daerah

Pesan Menyentuh Melati: HARMONI Harus Hadir dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Kerinci

Kodim 0417/Kerinci Gelar Bazar Ramadhan TNI Serentak, Sambut Idul Fitri 1447 H.

Advetorial

TMMD Ke-126 Meriah,Warga Antusias Nikmati Bazar & Layanan Gratis

Advetorial

Kejari Sungai Penuh Antonius Despinola di Mutasi ke Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung