Home / Jakarta

Rabu, 25 Juni 2025 - 00:27 WIB

Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Jakarta – Menindaklanjuti arahan dari bapak Kemenko Polkam Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. terkait tugas Kemenkopolkam untuk mengawal Prioritas Nasional yang ada pada RPJMN 2025-2029, Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan pada Kedeputian 3 Bidang Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Lembaga terkait membahas tentang Program Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Menjaga Kedaulatan NKRI.

Sasaran terjaganya kedaulatan negara dan penguatan stabilitas keamanan nasional diantaranya melalui pembangunan postur pertahanan. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan multi domain dalam melindungi kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan kepentingan nasional, serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman dan gangguan.

“Perlu dilanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep optimum essential force dalam rangka meningkatkan efektivitas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia di daerah perbatasan dan pulau terluar,” ujar Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo di Jakarta, dalam siaran pers No. 127/SP/HM.01.02/POLKAM/6/2025, Senin (23/6/2025).

Baca juga :   Comeback di Dunia Model Rere Ainun Shooting Di Podcast BosBRO 

Selain itu, lanjut Kresno, perlu ada penguatan keamanan teknologi informasi telekomunikasi dan kapabilitas badan pertahanan siber. Kemudian, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan meningkatkan kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan melalui pemeliharaan dan perawatan.

“Salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan postur pertahanan adalah melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force dengan target pada tahun 2025 sebesar 30,3% dan menjadi 100% pada akhir tahun 2029. Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah Kemhan/TNI,” kata Kresno.

Baca juga :   Kemenko Polkam: Kesadaran Literasi Keamanan Siber adalah Tanggung Jawab Bersama

Selain itu, sesuai dengan perencanaan nasional dalam mendukung PN 2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru terdapat indikator Asia Power Index (military capability). Asia Power Index berdasarkan military capability memilki 5 dimensi yaitu : defence spending, armed forces, weapons and platforms, signature capabilities, dan Asian miitary posture. Indikator ini akan dihitung oleh Lowy Institute Australia setiap tahun.

Dengan sasaran tercapainya target Pembangunan nasional bidang pertahanan dalam Pembangunan postur pertahanan guna pemenuhan Asia Power Index berdasarkan military capability.

“Rapat ini akan dilakukan secara berkelanjutan, oleh karena itu diharapkan adanya sinkronisasi antara Sistem Perencanaan Pertahanan dengan postur, OEF dan Strategi Trisula Perisai Nusantara” ujar Kresno. (Polkam)

Berita ini 73 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jakarta

Presiden RI Terima Tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka

Advetorial

Satu Indonesia Harus Tahu Zaki & Yohana Member Management New QQ Pro Viral Jadi Model Video Clip “Cinta Sampai Mati” Kangen Band

Jakarta

Hadiri Festival Nyepi di Bundaran HI, Wagub Rano: Perkuat Toleransi dan Keharmonisan Umat

Jakarta

Presiden Prabowo Resmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RSPON Mahar Mardjono
Mangkir Dua Kali, DPR Tunda Rapat Agraria akibat Bareskrim Polri Tak Hadir

Jakarta

Mangkir Dua Kali, DPR Tunda Rapat Agraria akibat Bareskrim Polri Tak Hadir

Jakarta

Presiden Prabowo Beri Bonus Atlet SEA Games

Jakarta

Prabowo Hadiri Pengukuhan 1.451 Hakim Mahkamah Agung

Jakarta

Rekrutmen Taruna Akpol T.A 2025