Home / Komunitas

Sabtu, 5 April 2025 - 13:22 WIB

Sekjen Bara JP Really Reagen Minta Presiden Copot Kepala Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Barisan Rakyat Jokowi Presiden (Bara JP) Relly Reagan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi. Pernyataan Reagan ini senada dengan saran Pendiri Partai Gerindra Rahmat Harahap yang meminta Presiden Prabowo Subianto, untuk merombak (red-resuffle) posisi Hasan Nasbi.

Rahmat Harahap menilai Hasan sudah dianggap melakukan blunder atas tanggapan teror kepala babi ke kantor redaksi Tempo. Kemudian Reagan menilai Hasan sebagai Kepala PCO kurang komunikatif yang berakibat blunder dan merugikan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebaiknya Pak Prabowo copot Hasan Nasbi sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan. Kita bisa liat komunikasi pemerintah tidak satu suara dan kurang komunikatif. Jadi blunder terus,” tegas Relly Reagan saat dihubungi media, Sabtu (5/4/2025) di Jakarta.

Reagen juga menganggap, teror kepala babi ke kantor redaksi Tempo adalah persoalan serius dalam ruang kebebasan pers. Bahkan dirinya mengutuk tindakan pelaku teror ke kantor redaksi Tempo sebagai sikap anti demokrasi.

Baca juga :   Ngopi Bareng, Wako Alfin Ajak LSM dan Wartawan Bantu Tarik Investor ke Sungai Penuh

“Pengirim teror kepala babi ke kantor Tempo menganggu ruang kebebasan pers dan sikap anti demokrasi. Jadi kita mengutuk tindakan teror tersebut dan meminta Polri bisa mengusut tuntas,” ucapnya.

Kata dia, persoalan kebebasan pers dan demokrasi harus dijamin oleh pemerintah. Ketika ada yang mengganggu wilayah tersebut, harusnya pemerintah menjamin dan memberikan keamanan, bukan malah menyepelekan.

“Sikap dan penyataan Hasan Nasbi selaku Kepala PCO, agar kiriman kepala babi ke kantor Tempo di masak saja sangat disayangkan. Bukannya membela dan memberikan simpati malah menyepelekan dan terkesan bergurau,” jelas Reagen.

Sebelumnya Pendiri Gerindra Pendiri Partai Gerindra Rahmat Harahap menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk merombak Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi. Hasan dianggap telah blunder atas tanggapan teror kepala babi ke kantor redaksi Tempo.

Baca juga :   Pengurus Ojek Pangkalan Sungai Penuh Gelar Pertemuan dengan Kapolsek: Tegaskan Penolakan Terhadap Ojek Online

Menurut Rahmat, apa yang disampaikan Kepala PCO ihwal teror kepala babi ke kantor media keliru. Ia mengatakan semestinya Kepala PCO bersikap humanis dan empati atas ancaman atau intimidasi kepada pers karena mewakili wajah Presiden.

“Saya menyarankan agar kepala PCO dirombak dan diisi sosok yang memiliki empati dan kompeten karena mewakili Presiden untuk berkomunikasi ke publik. Kepala PCO seharusnya menjadi sahabat bagi semua insan pers,” kata Rahmat kepada Tempo, Rabu, 2 Maret 2025.

Hasan Nasbi dikecam publik karena menanggapi teror kepala babi terhadap Tempo. Berawal ketika Tempo mengalami sederet teror pekan lalu.

Teror terdiri dari kiriman paket kepala babi tanpa telinga, bingkisan berisi enam tikus mati dengan kepala terpotong, hingga kejahatan digital berupa doksing terhadap Francisca Christy Rosana, jurnalis desk politik dan salah satu host siniar Bocor Alus. (red)

Penulis: Syafrudin Budiman SIP

Berita ini 139 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub Papua Buka Rakornas Gercin Indonesia

Komunitas

Kemenko Polkam Perkuat Sinergi dengan Jaringan Media Online Jawa Barat

Advetorial

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 78, HIMTAS NUSA Gelar Perlombaan

Inspiratif

Jaga Kelestarian Alam, LSM Brajo Sakti Laksanakan Penanaman Pohon

Jakarta

Presiden RI Terima Tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Istana Merdeka

Komunitas

Ngopi Bareng, Wako Alfin Ajak LSM dan Wartawan Bantu Tarik Investor ke Sungai Penuh

Komunitas

Pererat Ukhuwah Islamiyah, IPPR Gelar Festival Anak Sholeh 

Daerah

DPP KAMPUD Gelar Penyuluhan, KASIDATUN Bambang Irawan dan Kepala OMBUDSMAN Lampung Nur Rakhman Yusuf Jadi Narasumber