koransakti.co.id – Anime Turkey! – Time to Strike menjadi salah satu serial paling unik musim ini dengan premisnya yang menggabungkan bowling, gadis SMA, dan perjalanan waktu ke era Sengoku (zaman perang Jepang). Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Anime News Network, dua pengisi suara utamanya, Hana Hishikawa (Mai Otonashi) dan Noriko Hidaka (Sumomo), berbagi cerita di balik layar.
Keduanya mengungkapkan pemikiran mereka tentang skenario yang tidak biasa ini, proses mendalami karakter, hingga pengalaman pribadi mereka yang berkaitan dengan tema serial tersebut.
Reaksi Awal Terhadap Premis yang Unik
Baik Hishikawa maupun Hidaka mengaku terkejut saat pertama kali mendengar konsep anime ini. Menggabungkan bowling dengan era Sengoku terasa seperti genre baru yang sangat intens.
“Bowling dan gadis SMA saja sudah merupakan genre baru, tetapi ketika Periode Sengoku dicampurkan, saya benar-benar terkejut dan berpikir, ‘Ini akan menjadi cerita yang sangat intens’,” ujar Hishikawa.
Sementara itu, Noriko Hidaka, seorang seiyuu veteran, tertarik dengan jajaran pengisi suara untuk karakter dari era Sengoku yang diisi oleh rekan-rekan seangkatannya. “Saya pikir ini seperti mimpi bahwa kami berlima [Rei Sakuma, Kikuko Inoue, Miki Itō, dan Yūko Minaguchi] bisa tampil bersama,” katanya.
Mendalami Karakter Mai dan Sumomo
Untuk menghidupkan karakter masing-masing, keduanya melakukan pendekatan yang mendalam. Hishikawa menjelaskan bahwa karakternya, Mai, tidak sepenuhnya ceria. Ada sisi di mana ia memaksakan diri untuk bersenang-senang demi menyembunyikan masa lalunya.
“Saya menciptakan peran tersebut sambil mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan dari masa lalu dan hidup saya,” ungkap Hishikawa.
Di sisi lain, Hidaka menggambarkan karakternya, Sumomo, sebagai seorang putri dari era Sengoku yang lembut namun memiliki keyakinan yang kuat. “Saya ingin dia mempertahankan sedikit keanggunan seorang putri Sengoku bahkan ketika dia sedang bahagia atau bersemangat,” jelas Hidaka.
Pengalaman Pribadi dengan Bowling dan Sejarah
Menariknya, kedua seiyuu ini juga memiliki pengalaman pribadi dengan tema utama serial ini. Hishikawa mengaku skor bowlingnya sangat rendah, hanya 53. Namun, ia kini sedang mengambil kursus intensif dengan seorang profesional dan menargetkan skor di atas 100 selama anime ini tayang.
Sebaliknya, Hidaka mengaku pernah mencapai skor 97 tanpa sekalipun bola masuk selokan (gutter). Terkait era Sengoku, Hishikawa ternyata penggemar berat Masamune Date sejak SMP, sementara Hidaka adalah penikmat drama Taiga dan menganggap Oda Nobunaga sebagai sosok yang menakutkan.
baca juga Kode Redeem ML Terbaru Hari Ini, Buruan Klaim Hadiah Gratis dari Moonton! – Koran Sakti













