Home / Bencana

Senin, 12 Mei 2025 - 20:16 WIB

13 Orang Tewas Dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi Tidak Layak Pakai di Garut

koransakti - Penulis

Kepala Biro Humas Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas: “Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku,”

Koran Sakti.co.id, Jakarta- Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan dukacita atas insiden ledakan dalam kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai atau kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Sebanyak 13 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

“Terkait insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut, Menhan RI menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya beberapa prajurit TNI dan warga sipil,” kata Kepala Biro Humas Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/4/2025).

Wenas pun meminta semua pihak untuk bersabar karena proses investigasi terus dilakukan petugas. “Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku,” ujarnya.

Baca juga :   Wapres Gibran Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Bandung Barat 

Dari 13 orang tewas tersebut, empat orang di antaranya merupakan anggota TNI Angkatan Darat (AD). “Ada 4 anggota prajurit TNI Angkatan Darat, 9 masyarakat sipil,” kata Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi kepada awak media.

Dia menuturkan, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.30 WIB. “Bertempat di Desa Sagara Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut telah terjadi musibah di lokasi peledakan yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Pada saat kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai atau amunisi expired,” kata Kristomei Sianturi.

Sebelumnya, menurut laporan dari Unit Inteldim Komando Daerah Militer (Kodim) 0611 Garut, ledakan terjadi saat proses pemusnahan amunisi berlangsung di lokasi yang telah ditentukan oleh pihak terkait.

Baca juga :   Presiden Prabowo Tinjau Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Pastikan Penanganan Dipercepat

Menurut informasi, warga dilaporkan mendekat pada saat proses pemusnahan kemudian mengambil sisa-sisa amunisi yang belum meledak.

Kristomei memastikan sebanyak 13 korban meninggal dunia sudah dievakuasi ke RSUD Pamengpeuk. “Korban-korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian dan saat ini semua korban yang meninggal dunia sudah dievakuasi ke RSUD Pamengpeuk untuk dilakukan otopsi dan pemulasaran jenazah.”

“Kami terus koordinasi dengan aparat terkait dan mengamankan lokasi peledakan dan mengklirkan tempat tersebut karena kami mengkhawatirkan adanya ledakan-ledakan lainnya dan harus steril,” pungkasnya.

Berita ini 56 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bencana

Thorcon Power Salurkan Bantuan Korban Banjir Lubuk Besar

Bencana

Wapres Gibran Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Bandung Barat 

Bencana

2 Hari Pencarian, Ruminah (68) Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Bencana

PT.KMH Kerinci Kembali Memberikan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Bencana

TNI Kerahkan 50 Helikopter ke Daerah Terdampak Bencana

Bencana

Hujan Badai Terjang Kota Solok, Puluhan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang

Bencana

Tim SAR Cari Korban Tenggelam Saat Mencari Kerikil di Sungai Batanghari

Bencana

Pj. Bupati Kerinci ASRAF Pimpin Rapat Kerja Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Bukit Tengah