Home / Infrastruktur / Pemerintahan

Jumat, 1 Agustus 2025 - 14:27 WIB

Kemenko Polkam Kawal Kelanjutan Pembangunan 4 DOB di Wilayah Papua

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id, Jakarta- Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) berharap agar ada sinergi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kelanjutan pembangunan operasional penyelenggaraan pemerintahan di 4 Daerah Otonomi Baru (DOB). Pasca 2 tahun ditetapkan, 4 DOB masih menemui beberapa tantangan.

“Infrastruktur pemerintahan yang belum sepenuhnya memadai, jangkauan layanan dasar yang masih terbatas, dan regulasi teknis-kelembagaan pembangunan yang penyusunannya belum selesai menjadi beberapa tantangan bersama yang mesti segera dituntaskan”, ujar Asdep Koordinasi Otonomi Khusus Kemenko Polkam, Ruly Chandrayadi di Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Menurut Ruly, permasalahan infrastruktur pemerintahan dan layanan dasar yang belum sepenuhnya memadai di 4 DOB disebabkan oleh sulitnya pembukaan lahan serta keterbatasan pendanaan pemerintah pusat maupun daerah.

Baca juga :   Tol Jambi (Bayung Lencir-Tempino) Resmi Beroperasi dan Masih Gratis!

Namun ditengah kesulitan tersebut, terdapat komitmen yang telah disepakati oleh Kemendagri, Kemenkeu, Bappenas, dan Kemen PU untuk mempercepat penyelesaian infrastruktur pemerintahan paling lambat di tahun 2028 dengan beberapa mekanisme seperti cost-sharing APBN bersama APBD atau penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk kawasan pusat pemerintahan di 4 DOB.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kemenko Polkam mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk mengadakan monitoring dan evaluasi berkala terkait pembangunan operasional penyelenggaraan pemerintahan di 4 DOB, agar progresnya dapat dipantau serta dituntaskan secara bersama.

Kemenko Polkam berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi sinkronisasi dan koordinasi kebijakan lintas sektor guna memastikan kebermanfaatan dari adanya kebijakan otonomi khusus.

Baca juga :   Plt Bupati Lamteng Laksanakan Peletakan Batu Pembangunan KDMP

Peserta rapat dari wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya menyampaikan kendala pembangunan operasional penyelenggaraan pemerintahan.

Pertama, aspek tata kelola pemerintahan seperti pembentukan perangkat daerah dan manajemen ASN serta pembentukan MRP (Majelis Rakyat Papua) dan DPRP (Dewan Perwakilan Rakyat Papua) masih mengalami kendala terkait penetapan dan pengesahannya.

Kedua, aspek sarana infrastruktur seperti pembangunan gedung di kawasan pusat pemerintahan mencakup gedung Gubernur, DPRP, dan MRP yang masih stagnan dikarenakan alokasi dana terbatas. Guna mengatasi kendala-kendala tersebut, dibutuhkan penanganan secara komprehensif.

“Diperlukan asistensi dan monitoring serta evaluasi dalam perencanaan penganggaran bagi kami”, ujar Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan.***

Berita ini 62 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Penutupan Sungai Penuh Kanuhai 2023 Dalam Rangka HUT Kota Sungai Penuh Dibanjiri Lautan Massa

Advetorial

Walikota Pimpin Rapat Persiapan Sholat Ied 1446 Hijriah

Advetorial

Ini Pesan Kajati Kepulauan Bangka Belitung Daru Tri Sadono Kepada KBO Babel

Daerah

Zarman Ependi Himbau Masyarakat Waspada terhadap Penyebaran Covid-19

Bandung

Program 100 Hari Kerja, Bupati Bandung luncurkan Digitalisasi Early Warning System di RSUD Majalaya

Advetorial

Pemkot Bandung Salurkan Hibah Rp 11,8 Miliar kepada Partai Politik

Ekonomi

Pimpin Rapat di Hambalang, Presiden RI Bahas Strategi Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Advetorial

Dirgahayu Kota Sungai Penuh Ke-16 Tahun 2024