Koran Sakti.co.id, Tiongkok-Bayangkan sawah yang tidak lagi hanya tumbuh di tanah subur, tapi juga di lahan yang selama ini dianggap mustahil tanah asin!
Itulah yang berhasil diwujudkan para ilmuwan Tiongkok lewat “padi air laut”. Varietas padi baru ini mampu tumbuh di lahan asin dan bahkan menghasilkan panen melimpah, hingga 10 ton per hektare.
Gagasan revolusioner ini pertama kali dicetuskan oleh Yuan Longping, sang “Bapak Padi Hibrida”, dan kini dikembangkan oleh Qingdao Saline-Alkali Tolerant Rice Research Centre.
Dengan hampir 1 juta km² lahan asin di Tiongkok, para peneliti yakin jika hanya 10% lahan itu ditanami, hasilnya bisa mencapai 50 juta ton beras cukup untuk memberi makan 200 juta orang.
Saat ini, lebih dari 400.000 hektare sudah ditanami, dan target berikutnya adalah 667.000 hektare. Jika terus berkembang, padi air laut ini bisa menambah hampir 20% produksi beras nasional Tiongkok, sekaligus memberi harapan baru di tengah krisis pangan global.
Bukan sekadar inovasi, padi air laut bisa jadi kunci penyelamat dunia di masa depan. ***















