Home / Sains

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:18 WIB

Ilmuwan AS Ciptakan Cahaya Hidup dari Alga Laut Bioluminesen

Fadilah - Penulis

Cahaya biru alami yang dihasilkan alga laut bioluminesen

Cahaya biru alami yang dihasilkan alga laut bioluminesen

Koransakti.co.id – University of Colorado Boulder berhasil memanfaatkan cahaya biru alami dari alga laut bioluminesen untuk menciptakan struktur pemancar cahaya hidup.

Organisme bernama Pyrocystis lunula mampu menghasilkan kilatan cahaya biru saat mendapat rangsangan tertentu, terutama ketika ombak menghantam pantai dan membuat permukaan laut tampak berkilau.

Peneliti bernama Giulia Brachi mencoba berbagai metode untuk membuat cahaya alga laut bertahan lebih lama di laboratorium.

Awalnya, tim berusaha meniru tekanan ombak dengan memberi tekanan mekanis secara perlahan, tetapi hasilnya kurang efektif.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Suara Kita Terdengar 'Aneh' & Beda Saat Direkam? (Ini Alasannya)

Mereka kemudian menemukan pendekatan lain dengan menambahkan larutan sedikit asam ke dalam wadah berisi alga.

BACA JUGA: Peristiwa Langka di Mars: Batu Besar Tersangkut di Bor Curiosity

Metode tersebut ternyata berhasil memicu cahaya biru kehijauan yang lebih stabil.

Dalam penelitian Science Advances, para ilmuwan mengungkapkan bahwa cahaya dari alga dapat bertahan hingga 25 menit dalam sekali proses.

Tim peneliti kemudian membungkus alga dalam hidrogel berbentuk jeli berbahan dasar air dan menggunakan printer 3D untuk membentuk berbagai pola bercahaya.

Baca juga :   Studi Baru Ungkap Dopamin Jadi Kunci Gangguan Memori Alzheimer

Cahaya itu muncul karena reaksi antara enzim luciferase dan senyawa luciferin yang memang terdapat pada alga bioluminesen.

Profesor Wil Srubar menilai teknologi “cahaya hidup” ini berpotensi digunakan pada gelang bercahaya, stik pesta, hingga biosensor pendeteksi racun.

Meski demikian, sejumlah ilmuwan menilai penerapan di dunia nyata masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketahanan alga dalam kondisi asam.-***

Berita ini 15 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!
Kenapa Otot Terasa "Terbakar" Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen

Artikel

Kenapa Otot Terasa “Terbakar” Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen
Lebih dari Sekadar "Asap Pelarian": 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Fakta Unik

Lebih dari Sekadar “Asap Pelarian”: 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Internasional

Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol
Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu

Artikel

Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu
Kenapa Cokelat Enak Buat Manusia, Tapi Racun Mematikan Buat Anjing & Kucing? Kenalan dengan Theobromine (C7H8N4O2)!

Artikel

Kenapa Cokelat Enak Buat Manusia, Tapi Racun Mematikan Buat Anjing & Kucing? Kenalan dengan Theobromine (C7H8N4O2)!
Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya "Sunday Scaries" dan Sangat Manusiawi!

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya “Sunday Scaries” dan Sangat Manusiawi!
Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)