Home / Dinamika / Sungai Penuh

Jumat, 4 Maret 2022 - 16:40 WIB

Desa Talang Lindung Mengembangkan Pertanian Organik

koransakti - Penulis

KoranSakti.co.id, Sungai Penuh-Kelompok Tani Karya Bersama Desa Talang Lindung Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi di kunjungi Auditor sertifikasi organik SNI di lahan salah seorang anggota kelompok yang membudidayakan cabe keriting lokal, Jumat, 4/3/2022.

Dalam kunjungan tersebut, Andhini Eridha selaku Auditor dari PT ICERT Agritama Internasional yang beralamat Kota Bogor di dampingi Sariani Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Jambi serta di dampingi Ahmad Fadli PPL Kecamatan Sungai Bungkal dan sejumlah penyuluh pertanian lainnya.

Sebelum ke lahan, Auditor melakukan wawancara dengan Mardizal anggota kelompok Tani Karya Bersama selaku petani yang menanam cabe keriting lokal secara organik dan langsung mengecek lahan cabe organik yang di budidayakan tersebut hingga sebelum solat Jumat dan di lanjutkan usai Jumat hingga pukul 14.30.Andhini Aridha selalu pihak PT ICERT Agritama Internasional mengevaluasi penerapan praktek sistem pangan organik di lahan cabe keriting lokal milik salah seorang anggota kelompok Tani Karya Bersama.

Baca juga :   Dari Dunia Usaha untuk Kemanusiaan: Bantuan Air Bersih PT Tren Gen Horizon untuk Aceh Tamiang

Andhini Aridha menyebutkan dalam waktu dekat akan keluar hasil evaluasi terhadap tanaman cabe keriting lokal yang di budidayakan secara organik tersebut. “Ada beberapa temuan yang harus di perbaiki, di antaranya tidak boleh melakukan pembakaran terhadap gulma dan peralatan pertanian seperti cangkul dan mesin bajak di sterilkan terlebih dahulu sebelum di gunakan untuk mengolah lahan,” sebutnya.

Sejak 2013 Mardizal selaku pengiat pertanian semi organik hingga 2021 beralih ke pertanian full organik walaupun hasilnya tidak sama dengan pertanian konvensional, namun produk lebih menyehatkan.

“Marilah kita beralih cara bertani dari konvensional ke organik. Apalagi pupuk kimia dan pestisida kenaikannya hampir seratus persen. Kalau pakai pupuk sintetis dan pestisida rugi sudah jelas untung belum tentu. Jika secara organik tubuh sehat, alam sehat dan kantongpun sehat,” jelasnya.

Mardizal menambahkan dalam budidaya cabe organik ia menggunakan ECO Enzym yang merupakan hasil permentasi kulit buah, sisa sayur dan daun daunan dan gula tebu dengan perbandingan 1:3:10 artinya satu kilo gula tebu di tambah tiga kilo sisa buah dan sayuran serta daunan dan di tambah air bersih 10 liter di permentasi selama tiga bulan.

Disamping itu juga menggunakan hasil permentasi daun kipahit (Thitonia) dicampur air kelapa, air leri, gula aren dan tambah pupuk dasar menggunakan kotoran sapi yang sudah melalui proses permentasi menggunakan Eco Enzym.

Kepala Desa Talang Lindung Zulfajri merespon baik warganya yang melakukan kegiatan pertanian secara organik.

“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan pelatihan cara pembuatan Eco Enzym untuk anggota kelompok tani. Semoga pertanian organik bisa berkembang di Sungai Penuh,” katanya. (al)

Berita ini 409 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketua IWO Krc-Supen : Jangan Giring Opini Rusak Reputasi Organisasi Kami

Dinamika

Ciptakan Pilkada Damai, Pemkab Kerinci Gelar Silaturahmi Bersama Gubernur dan Para Calon Bupati Kerinci di Sungai Langit

Advetorial

Wako Alfin Hadiri Doa Bersama dan Aksi Damai 1000 Lilin. 

Advetorial

Rapat Paripurna DPRD Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Dalam Rangka Peringatan HUT ke-79

Sungai Penuh

Dinas Pendidikan Sungai Penuh Resmi Pindah Kantor

Dinamika

Pangdam II/Sriwijaya Beri Arahan kepada Prajurit dan Persit Yonif 142/KJ: Jaga Kebersihan, Etika, dan Peran Strategis dalam Keluarga

Advetorial

Wako Ahmadi Safari Ramadhan & Silaturahmi bersama Masyarakat 3 Desa Koto Lolo

Advetorial

TPST T3R RKE Siap Atasi Masalah Sampah di Sungai Penuh