Home / Kesehatan / Sains

Jumat, 26 September 2025 - 13:05 WIB

Laporan Baru WHO: Kontrasepsi Tak Hanya Cegah Kehamilan, tapi Juga Berdayakan Perempuan

koransakti - Penulis

Penggunaan kontrasepsi modern terbukti memiliki dampak positif yang luas bagi kesehatan dan status sosial ekonomi perempuan. (Sumber: WHO)

Penggunaan kontrasepsi modern terbukti memiliki dampak positif yang luas bagi kesehatan dan status sosial ekonomi perempuan. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis sebuah laporan bukti baru yang menegaskan kembali dampak transformatif dari penggunaan alat kontrasepsi bagi kesehatan dan status sosial ekonomi perempuan. Laporan yang disusun berdasarkan enam tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa kontrasepsi modern tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menjadi kunci pemberdayaan perempuan.

“Bukti ini menegaskan kembali bahwa akses terhadap kontrasepsi bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan landasan kesetaraan gender, pembangunan ekonomi, dan kesehatan masyarakat,” ujar Pascale Allotey, Direktur Program Khusus PBB untuk Reproduksi Manusia (HRP) dan WHO.

Manfaat Kesehatan: Dari Ibu Hingga Pencegahan Kanker

Laporan tersebut menyoroti sejumlah manfaat kesehatan signifikan dari penggunaan kontrasepsi. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi modern memiliki kemungkinan 30% lebih rendah untuk mengalami kehamilan berisiko tinggi.

Baca juga :   Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak "Negativity Bias"! Ini Cara Meretasnya

Lebih lanjut, kontrasepsi hormonal terbukti memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. Pengguna kontrasepsi oral memiliki risiko 36% lebih rendah terkena kanker ovarium dan 44% lebih rendah terkena kanker endometrium. Selain itu, kesehatan menstruasi juga membaik, dengan berkurangnya gejala nyeri haid dan pendarahan abnormal.

Dampak pada Kesehatan Mental yang Perlu Diperhatikan

Laporan ini juga menemukan hasil yang beragam terkait kesehatan mental. Bagi perempuan dengan kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya, penggunaan kontrasepsi dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

Namun, beberapa metode hormonal seperti implan dan IUD hormonal dapat sedikit meningkatkan risiko depresi pada perempuan yang tidak memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Hal ini menggarisbawahi pentingnya konseling kontrasepsi yang dipersonalisasi dan mempertimbangkan kesehatan mental.

Baca juga :   Benarkah Wortel Bisa Sembuhkan Mata Minus? Kenalan dengan Beta-Karoten (C40H56) dan Sejarah "Bohong" Perang Dunia

Kunci Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender

Secara krusial, bukti-bukti yang ada menegaskan bahwa kontrasepsi memberdayakan perempuan. Akses dan penggunaan kontrasepsi terbukti meningkatkan kekuatan perempuan dalam mengambil keputusan, mengontrol sumber daya, serta berpartisipasi dalam pendidikan dan dunia kerja.

Pada remaja dan perempuan muda, intervensi pemberdayaan yang terkait dengan akses kontrasepsi berhasil mengurangi angka kehamilan remaja hingga lebih dari separuhnya. Laporan ini diakhiri dengan seruan untuk memastikan akses universal terhadap layanan keluarga berencana yang berkualitas sebagai bagian integral dari pembangunan.

Baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti

Berita ini 47 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kenapa Air Tak Mempan Cuci Minyak? Kenalan dengan Sabun (C17H35COONa), Si "Agen Ganda" yang Jenius!

Artikel

Kenapa Air Tak Mempan Cuci Minyak? Kenalan dengan Sabun (C17H35COONa), Si “Agen Ganda” yang Jenius!
Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Gaya Hidup

Ampuh Turunkan Gula Darah! Intip 5 Khasiat Dahsyat Jus Pare Campur Jeruk Nipis

Kesehatan

Ingin Diet Berhasil? Ketahui Dulu Kalori yang Harus Dibakar
A nuclear genome from an egg carrying a mitochondrial DNA mutation is inserted into an egg

Sains

Bayi Sehat Lahir dari DNA Tiga Orang di Inggris

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Kesehatan

Uganda Siaga Ebola, Pemerintah Larang Jabat Tangan

Artikel

Stres dan Cemas Berlebihan? Coba Kenali Meditasi, Seni Menenangkan Pikiran