koransakti.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terus menggencarkan upaya penurunan angka stunting. Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa pencapaian target ini memerlukan partisipasi aktif dan kerja sama dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tanpa terkecuali.
Menurutnya, penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa hanya dibebankan pada satu atau dua dinas saja.
Target Ambisius Sesuai RPJMD
Berdasarkan data, angka stunting di Tanjab Barat pada tahun 2024 berada di angka 7 persen, menunjukkan penurunan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2025, Pemkab menargetkan angka tersebut turun lebih lanjut menjadi 6,65 persen.
Target ini telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Stunting Bukan Masalah Satu OPD Saja
Bupati Anwar Sadat menekankan pentingnya sinergitas dan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target yang telah dicanangkan. Ia menuntut agar semua OPD yang ada di lingkup Pemkab Tanjab Barat ikut ambil bagian secara aktif.
“Stunting bukan masalah satu atau dua OPD saja, tetapi memerlukan kerja sama seluruh pihak yang cepat dan tepat,” tegas Anwar Sadat.
Libatkan Pelaku Usaha dan Stakeholder
Selain mengerahkan kekuatan internal dari seluruh OPD, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk para pelaku usaha di Tanjab Barat.
“Dengan kolaborasi yang terarah, kami optimis dapat menuntaskan isu stunting demi masa depan generasi yang sehat,” pungkasnya.
Baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti















