Home / Internasional / Konflik / Politik

Selasa, 30 September 2025 - 16:24 WIB

Analisis Rencana Damai Gaza Usulan Trump: Langkah Signifikan yang Penuh Rintangan

koransakti - Penulis

Dokumentasi CCTV serangan israel ke gaza (Sumber: BBC)

Dokumentasi CCTV serangan israel ke gaza (Sumber: BBC)

koransakti.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengumumkan proposal 20 poin untuk mengakhiri perang di Gaza. Ia menggambarkannya sebagai langkah menuju “perdamaian abadi di Timur Tengah”. Meskipun penuh dengan pernyataan ambisius, langkah diplomatik ini dinilai signifikan, namun juga menghadapi rintangan fundamental yang sama seperti upaya-upaya sebelumnya.

Rencana ini pada dasarnya adalah sebuah kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada satu pertanyaan kunci: apakah Israel dan Hamas kini melihat keuntungan lebih besar dalam mengakhiri perang daripada melanjutkannya.

Apa Saja Isi Rencana Damai Trump?

Setelah berkonsultasi dengan Israel, negara-negara Eropa, dan Arab, tim utusan Trump menyusun kerangka kerja yang meminjam dari proposal-proposal sebelumnya. Poin-poin utamanya meliputi:

  • Penghentian pertempuran dan penarikan pasukan Israel secara terbatas.
  • Hamas membebaskan semua sandera yang tersisa.
  • Israel membebaskan ratusan tahanan Palestina.
  • Pembentukan pemerintahan teknokrat lokal di Gaza untuk menjalankan layanan sehari-hari.
  • Pengawasan oleh “Dewan Perdamaian” yang diketuai oleh Trump dan berbasis di Mesir.
  • Pasukan stabilisasi internasional dari AS dan negara-negara Arab mengambil alih keamanan.
  • Sisa anggota Hamas yang berkomitmen pada perdamaian dan mau melucuti senjata akan mendapat amnesti, sementara yang lain akan diasingkan.
Baca juga :   Prabowo di Munas PKS: Saya Tidak Dendam Sama Anies, Nilai 11 Justru Bantu Saya Menang

Rintangan dari Sisi Israel dan Hamas

Meskipun disebut sebagai sebuah terobosan, rencana ini masih mengandung celah yang bisa dimanfaatkan kedua belah pihak untuk menggagalkannya.

  • Dari Sisi Israel: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka menerima 20 prinsip yang diajukan Trump. Namun, para politisi sayap kanan ekstrem dalam koalisi pemerintahannya telah menolak beberapa poin kunci. Analis menilai, Netanyahu memiliki rekam jejak membatalkan kesepakatan jika itu membahayakan kelangsungan politiknya.
  • Dari Sisi Hamas: Respons resmi Hamas belum jelas. Namun, seorang tokoh Hamas mengisyaratkan kepada BBC bahwa proposal tersebut gagal melindungi kepentingan Palestina dan tidak akan diterima tanpa jaminan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.
Baca juga :   Trump Sebut Hamas Tak Mau Damai, AS dan Israel Tinggalkan Negosiasi Gencatan Senjata Gaza

Banyak Ambiguitas dan Kurangnya Detail

Analis Tom Bateman dari BBC menyoroti bahwa rencana ini masih sangat ambigu. Proposal tersebut tidak merinci detail krusial seperti garis penarikan pasukan Israel, daftar tahanan yang akan dibebaskan, atau syarat spesifik pemerintahan pascaperang. Semua detail ini memiliki potensi untuk menggagalkan perjanjian damai.

Trump telah menegaskan posisinya: jika Hamas menolak proposal ini, maka Israel akan mendapatkan “dukungan penuh” dari Amerika untuk “melakukan apa yang harus dilakukan”.

Pada akhirnya, meskipun kerangka kerja AS ini berhasil mengembalikan momentum ke arah negosiasi, dibutuhkan kerja keras selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk mengubahnya menjadi sebuah kesepakatan damai yang nyata.

Berita ini 41 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

Daftar Lengkap Pemenang MTV VMA 2025: Rosé BLACKPINK Cetak Sejarah, Lady Gaga Raih Artist of the Year

Internasional

Duel Veteran Piala Dunia 2026: Roberto Martinez Sebut Luka Modric Punya Mentalitas Baja Mirip Cristiano Ronaldo

Hukum

Mantan Direktur FBI James Comey Mengaku Tak Bersalah, Sebut Dirinya Target Politik Trump

Politik

AZ-FER Masih Sangat Bertuah Di Hamparan Besar Tanah Rawang

Internasional

Antoine Griezmann Berlabuh ke Orlando City, Siap Ramaikan MLS 2026

Politik

Kontrak Politik AL-AZHAR dengan Koalisi Partai Beredar, Jargon Juara Ternodai 

Internasional

Piala Dunia 2026 Resmi Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah

Hukum

Titik Terang Setelah Satu Dekade: Kenya Keluarkan Surat Penangkapan untuk Tentara Inggris dalam Kasus Pembunuhan Agnes Wanjiru