Home / Inspiratif / Peristiwa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:18 WIB

Dua Saudara Berebut Merawat Ibu, Pengadilan Arab Saudi Menangis Haru

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Sebuah kisah mengharukan datang dari Arab Saudi dan menyentuh hati banyak orang. Seorang pria bernama Hizam Al-Gamdi menjadi sorotan publik setelah bersengketa di pengadilan bukan karena harta atau warisan, melainkan karena satu hal yang sangat mulia: hak untuk merawat ibunya yang telah lanjut usia.

Di saat banyak keluarga terpecah karena urusan materi, Hizam justru berhadapan dengan adik kandungnya sendiri demi memastikan siapa yang paling layak mengasuh sang ibu.

Ibunya kini telah renta, lemah, dan membutuhkan bantuan penuh dalam menjalani hari-harinya, bahkan untuk sekadar berjalan atau berdiri.

Hizam di ketahui telah bertahun-tahun setia merawat ibunya dengan penuh kasih sayang. Meski usianya sendiri tak lagi muda, ia bersikeras masih sanggup dan ingin terus berbakti. Namun sang adik merasa sudah saatnya ia mengambil alih tanggung jawab itu, mengingat kondisi kakaknya yang juga mulai menua.

Baca juga :   Tragedi Al Khoziny Jadi Alarm, AHY Akan Tindak Tegas Ponpes Tanpa Izin Bangunan

Perdebatan di ruang sidang pun tak terelakkan. Hingga akhirnya, demi mencari keadilan, pengadilan meminta sang ibu untuk memilih salah satu di antara kedua putranya. Namun jawaban sang ibu justru membuat seluruh ruang sidang terdiam dan larut dalam haru.

Dengan suara lirih, sang ibu mengatakan bahwa ia tak sanggup memilih, karena kedua anaknya adalah seperti mata kanan dan mata kiri, sama-sama berharga dan di cintainya.

Baca juga :   Fantastis ! Lukisan SBY Terjual Rp311 Juta untuk Amal

Kalimat sederhana itu membuat banyak orang di pengadilan meneteskan air mata, merinding menyaksikan ketulusan cinta seorang ibu.

Pada akhirnya, hakim memutuskan bahwa sang adik di beri hak utama untuk merawat ibunya, dengan pertimbangan usia Hizam yang sudah lanjut.

Mendengar keputusan itu, Hizam tak kuasa menahan tangis. Bukan karena kalah, melainkan karena merasa kehilangan kemuliaan terbesar dalam hidupnya: berbakti kepada ibu.

Kisah ini pun menjadi pengingat bagi dunia bahwa kasih sayang, bakti, dan cinta keluarga masih hidup bahkan hingga ke ruang pengadilan.**

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jambi

Danrem 042/Gapu Pimpin Upacara Militer Iringi Kepergian Kolonel Inf (Purn) Sutrisno, Tokoh TNI dan Pramuka Jambi

Bandung

Update Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Orang Sembuh, 65 Masih Dirawat

Daerah

Kodam XIV/Hsn Gelar TNI 80 Elite Marathon Piala Panglima TNI di Makassar

Hukum

Hakim AS Perintahkan Deportasi Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil

Advetorial

Safrizal: Tata Ulang Lapak Pedagang Demi Wajah Kota Tertib, Bersih, dan Nyaman

Kesehatan

BGN Minta Maaf, Akui Ada 70 Kasus Keracunan MBG Sepanjang 2025

Artikel

Terkumpul Hingga Miliaran, Lazisnu Kabupaten Bandung Diarahkan Mencontoh Lazisnu Kabupaten Cilacap

Hukum

Mengaku “Satgas Perampasan Aset”, Sindikat Ini Bobol Bank BNI Rp204 Miliar