Home / Artikel / Inspiratif

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:09 WIB

Melihat Industri Bunga Tulip di Belanda

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Pada bulan Mei ini saat yang tepat untuk melihat budidaya bunga tulip di Belanda. Sedang mekar-mekarnya. Hanya sekitar 30 menit dengan mobil dari Amsterdam, kita sudah sampai di Keukenhof, taman bunga tulip terbesar di Eropa.

Taman seluas 32 ha lebih: terhampar bunga tulip bermacam varietas dan warna. Tidak kurang 800 varietas tersedia di sini.

Bila ingin mengetahui bagaimana orang Belanda menjadikan bunga (tulip) menjadi industri yang mempunyai nilai transaksi Rp 400 triliun per tahun: di sinilah tempatnya.

Baca juga :   Kolonel Irman Putra Kuatkan Struktur Tani Merdeka di Kerinci

Di samping sebagai industri, budidaya tulip di Belanda juga memberikan keuntungan besar dari segi pariwisata. Setiap tahun Belanda menerima 20 juta turis lebih, terutama saat liburan musim panas.

Sebenarnya bunga tulip bukanlah tanaman asli Belanda. Tulip berasal dari Anatolia, Turki. Kosakata tulip pun berasal dari kata turban: sejenis penutup kepala masyarakat Turki.

Di Turki, tulip mulai di budidayakan sejak era Kesultanan Utsmaniyah abad ke-11. Tulip merupakan bunga nasional Turki, sekaligus simbol budaya, seni, dan unsur penting pariwisata di Turki.

Baca juga :   Koran & Tarbiyah Santri

Secara rutin “Tulip Festival Istanbul” di laksanakan di Emirgan Park dan Sultanahmet Square. Biasanya bulan April setiap tahun.

Bila kita berjalan sepanjang area Sultanahmet Square di bulan April dan Mei, kita dapat menikmati keindahan tulip asli Turki yang bermekaran dengan beraneka warna.

Selamat menikmati mekarnya tulip.

Insya Allah.

Penulis:

 

 

Berita ini 24 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

KASUS OCCRP MIRIP MIRIP TABLOID MONITOR 1990
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Artikel

Kenapa Minuman Soda Rasanya “Menggigit” Lidah? Kenalan dengan H2CO3 (Asam Karbonat), Si Pembuat Gelembung!

Artikel

KONTROVERSI PLATO DAN ARISTOTELES 

Artikel

BARISAN ORANG SENGSARA SEPANJANG JAKARTA SURABAYA 

Artikel

QOUVADIS PENDIDIKAN INDONESIA ? Ujung ujungnya semua bingung 
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!

Artikel

KETIKA SUHARTO MENCARI KENDARAAN 
Sri Kartini Alfin Sosok Inspiratif di Balik Pengabdian untuk Sungai Penuh

Inspiratif

Sri Kartini Alfin Sosok Inspiratif di Balik Pengabdian untuk Sungai Penuh