Home / Artikel

Minggu, 19 Januari 2025 - 08:01 WIB

TERGIUR  

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Saya duduk termangut manggut habis membaca tulisan sahabat saya Dr.Ridhazia  dengan judul “Tergiur Sepak Bola”.

Jujur lah saya juga tergiur giur.

Tak sangka buburuh najong bola bliter, buruhna bisa milieur lieur kitu.

Sepak bola, sudah jadi sebuah profesi sekarang, tampaknya. Bisa jadi ladang mencari cuan. Bukan lagi cuma hobi dan hiburan.

Jujur pula saya tidak senang nonton bola.

Dan teman saya Cecep Juanda yang gila bola malah nyebut saya aki aki kuper.

Jujur pula, ini terjadi kerena sejak kecil saya tidak bisa main bola.

Di kampung dulu jika teman teman bermain bola di sawah yang kering kerena tadah hujan, saya cuman duduk duduk dipematang, menonton.

Paling paling diminta nungguin pakaikan yang mereka tumpuk dipinggir sawah.

Sudah gede , dewasa, bahkan tua, saya masih tetap tak bisa main, nonton juga jarang.

Tapi anehnya saya sempat jadi pemimpin kesebelasan sepak bola. Cuma klub kantor. Teman teman mendaulat saya menjadi ketua club.

Awalnya saya ketua Serikat Sekerja PTT cabang Kantor Sentral Giro E di Bandung tahun 1970 an dan teman teman yang suka main membentuk klub itu.

Klub sepak bola itu sering diundang bertanding di perkebunan perkebunan. Yang masih saya ingat perkebunan Dayeuh manggung di Garut Selatan dan Mira Mare, Patrol, Banjarnegara Cisugih dll.

Baca juga :   Kenduri Sko: Pesta Rakyat dan Jati Diri Masyarakat Adat Kerinci

Pernah sekali dipaksa main , cuma jadi keepper. Itu di Mitra Batik Trusmi Cirebon.

Jujur juga sebagai orang yang suka nulis , saya tidak pernah menulis tentang sepak bola.

Saya ini nulis secara jeneralis saja. Sekatajongna, kata Boys Iskandar. Pernah terbesit dihati ingin jadi penulis specialis, misalnya ekonomi, agama atau juga olahraga. Tapi tak kesampaian.

Ibarat tukang loak , jual , jual beli segala jenis barang. Kadang kadang inspirasinya datang dari mimpi. Malam malam bangun dan terus ngadekul, nulis.

Saya juga tak paham luka liku sepak bola.

Ketika Bardosono , ketua umum PSSI mengeluarkan wacana sepak bola Pancasila, saya juga tak paham, yang gimana itu sepak bola Pancasila.

Yang saya tahu sepak bola itu serudukan berebut dan menendang bola agar bisa masuk di gul lawan.

Pun begitu ketika ada istilah juara bersama. Kok bisa juara bareng bareng begitu ?. Yang ada kepala yang pusing. Mau nulis ya gak bisa kerena itu tàdi, ngak ngerti apa yang harus ditulis.

Bahwa rekan wartawan yang jadi dosen , Ridhazia mengaku tergiur sepak bola gara gara nilai kontraknya milyar bahkan di tingkat global ada yang menyentuh trilyun , saya ikut tergiur.

Baca juga :   Kiblat Pendidikan Indonesia, Kiblat Sendiri / Tak Berkiblat?

Malah , tak hanya sepak bola yang membuat air liur saya menetes kerena tergiur.

Saya juga tergiur nasib baik para politisi.

Sekarang ini pendapatan anggota Dewan juga bikin lieur. Gaji dan berbagai tunjangan mencapai puluhan juta. Terus ada lagi uang reses dan aspirasi.

Nilainya milieur pula.

Padahal dulu saya ditawari (Sekber Golkar) jadi anggota Dewan. Kalau mau insyaallah ditangan tu barang. Soalnya yang ditunjuk mengganti saya (Ir. Rukman) , dua periode dia duduk.

Saya menolak kerena waktu itu baru memulai jadi wartawan . Tahun 1967 saya jadi wartawan Harian Kami. Koran mahasiwa yang terbit di Jakarta dan lagi gencar membongkar kebobrokan orde lama dan menurunkan presiden Soekarno.

Jika Ridhazia tergiur oleh sepak bola, saya malah oleh dua hal, sepak bola, dan politisi. Itu g wajar dan manusiawi.

Tapi , itu semua sudah jadi decision of Allah, mau apalagi. Islam agama yang saya anut meyakini semua yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah by disign. Semua dirancang (planed) by Allah.

Kita tidak boleh menentang KEPUTUSANNYA. Ingat Al Baqarah 39, Al Maidah 44 dan Al Mujaaidah 5.

Tabik dan taqdim untuk pak dosen. ***

Berita ini 69 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Snack Video Penghasil Uang

Artikel

Review Snack Video 2026: Scroll Video Lucu, Dompet Terisi! Cara Asyik Ubah Kuota Internet Jadi Saldo ShopeePay & DANA

Artikel

GELOMBANG (LAUT ) KIAN PASANG 
Fenomena Langka 2026! Besok Imlek, Lusa Puasa? Siap-Siap "War Takjil" Sambil Nonton Barongsai di Minggu Penuh Toleransi Ini!

Artikel

Fenomena Langka 2026! Besok Imlek, Lusa Puasa? Siap-Siap “War Takjil” Sambil Nonton Barongsai di Minggu Penuh Toleransi Ini!
Review mRewards 2026: Main Game Santai, Koinnya Langsung Cair Jadi Saldo DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Review mRewards 2026: The Real “Waktu Adalah Uang”, Main Game Dibayar Koin Per Menit (Langsung Cair ke DANA!)

Artikel

RRQ Gagal Lolos Playoff Valorant Champions Paris, Coach Ewok: Kami Frustrasi!

Agama

ABDULLAH BIN UMAR KENYANG PERANG DAN INGIN HIDUP TENANG.

Artikel

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon
Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat

Artikel

Baru Seminggu Puasa Dompet Udah Kering? Awas Boncos! Ini 4 Tips Jitu Atur Keuangan Ramadhan Biar THR Nggak Cuma Numpang Lewat