Home / Artikel

Kamis, 28 Agustus 2025 - 03:23 WIB

MAHBUB DJUNAIDI SI BURUNG PARKIT DI KANDANG MACAN MENGKRITIK DENGAN TABIK

koransakti - Penulis

Oleh :DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Ada banyak wartawan Wartawan senior yang jadi idola saya. Sebut saja Rosihan Anwar Muhtar Lubis, Mohammad Isnaeni politikus PDI yang  menjabat wakil ketua DPR/MPR

Saya pernah belajar cara menulis Mahbub Djunaidi, sungguh takjub. Ia menulis dengan topik topik serius soal politik ekonomi dan sosial budaya disajikan dalam bahasa yang santai. Ada unsur humor meski bukan komediansatire ( menohok tapi bukan menonjok) dan kata Kritiknya santun hingga tidak ada orang yang merasa dijewer. Yusuf Kalla, politisi 2 kali jadi Wapres mengaku, 40 tahun kenal dan bersahabat dengan Mahbub sering dikritik tapi tak merasa sakit. Mahbub itu mengkritik dengan tabik (hormat) kata Kalla satu ketika.

Saya dirumah punya buku Humor Jurnalistik, kumpulan tulisan Mahbub yang dimuat Kompas, Tempo dan Pelita antara tahun 1975-1998.

Tulisannya renyah krekes kaya kerupuk Ciamis, sedikit menyengat kaya kerupuk Palembang.

Semua lapisan masyarakat telah diwakili dalam tulisannya. Termasuk kalangan bawah seperti pedagang asongan dipinggir jalan, anak anak mengemis. Berkat karya tulisnya yang berani , ia dijuluki pendekar pena Palembang. @Ada pula julukan si burung parkit di kandang macan. Bung Karno salah seorang penggemar tulisan kang Mahbub. Tulisanya tajam kocak satire menohok tapi bukan menonjok.

Baca juga :   ENGKE KUMAHA BUKAN KUMAHA ENGKE 

Jujur saya tidak bisa meniru Mahbub dalam menulis. Akhirnya kembali kepada diri sendiri, menulis semampunya apa bisanya. Dalam tiga tahun ini mungkin sudah ada 500 judul yang saya tulis diberbagai media online Selanjutnya terserah anda. bukan urusan diri sendiri lagi. Itu hak audiens, hak pembaca menilainya. Tapi mohon maaf, sama sekali bukan dalam kapasitas ingin menonjolkan diri. Ada kebanggaan tersendiri. Prof Dr H. Krisna Harahap, SH.,MH pernah menyebut beliau suka membaca tulisan saya. Subhanallah Alhamdulillah jazaakallah prof. Pernyataan itu pelecut bagi saya setua ini (86). Saya masih menulis dan akan terus terus menulis sepanjang bisa menggerakkan ujung jari ini. Janjinya insaallah sampai maut menjemput. Semoga Allah muzibassaailin mengabulkan Aamiin Allahu aamiin. Mohon doa semuanya.

Baca juga :   TENTANG BUKU JELAJAH MADRASAH

Mahbub Djunaidi lahir 23 Oktober 1933 di Jakarta. SMP dijalaninya di Yogya. Dia mulai menulis disana , Cerpennya Bumi mati dimusi Majalah kisah kumpulan cerpen cerpen pilihan. Begawan sastra dan pausnya sastra Indonesia HB Yassin memuji tulisan Mahbub. Mahbub juga dikenal sebagai sastrawan organisator dan politikus, dia pendiri dan ketua umum pertama PMII dan Ketua Umum PWI 1965-1970 Aktif di partai NU dan jadi anggota DPR pasca pemilu pertama 1955.

Mahbub Djunaidi, si pendekar pena, siburung parkit di kandang macan wafat dirumahnya Tanah Karawitan, Bandung.

Yang saya prihatin, saya gagal jadi muridnya menjadi penulis yang sersan serius tapi santai, jadi pendekar pena dan si burung parkit di kandang macan. Bukan lah. Bunda mengandung

***

Berita ini 85 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Puasa Besok (Selasa) atau Lusa (Rabu)? Cek Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2026 Nanti Sore & Link Download Jadwal Imsakiyah Resmi!

Artikel

Puasa Besok (Selasa) atau Lusa (Rabu)? Cek Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadhan 2026 Nanti Sore & Link Download Jadwal Imsakiyah Resmi!

Artikel

WATAK KIYAI DAN SANTRI DAREH DEH SOMEAH HADE KA SEMAH 

Artikel

Waspadai Sejak Dini! Ini Tanda Awal Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan
Sering Dimarahi Orang Tua? Ternyata Mandi Malam Tidak Menyebabkan Rematik! Ini Fakta Medis yang Wajib Anda Tahu Agar Tidak Salah Kaprah

Artikel

Sering Dimarahi Orang Tua? Ternyata Mandi Malam Tidak Menyebabkan Rematik! Ini Fakta Medis yang Wajib Anda Tahu Agar Tidak Salah Kaprah

Artikel

BUPATI DISERUDUK RAKYAT GARA GARA NAIKIN PAJAK

Artikel

RAME RAME MINTA TAMBAH ANGGARAN 

Artikel

PERANG (SAUDARA) BERKEPANJANGAN ISRAEL KEGEERAN

Artikel

ORANG EROPA DARI MENCARI REMPAH REMPAH SAMPAI MENJAJAH