Home / Artikel

Minggu, 21 Desember 2025 - 14:30 WIB

Carnian Pluvial Event: Hujan Sejuta Tahun yang Melahirkan Zaman Dinosaurus

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id-Sekitar 232 juta tahun lalu, hujan turun tanpa henti, lautan meluas, dan daratan purba tenggelam. Dari bencana iklim terbesar di Zaman Trias inilah dinosaurus memulai kejayaannya.

Bayangkan saja sebuah dunia tanpa matahari. Ketika Langit kelabu membentang sepanjang tahun, hujan turun siang dan malam tanpa jeda. Sungai meluap, daratan berubah menjadi rawa, dan kehidupan purba terdesak menuju kepunahan.

Inilah wajah Bumi 232 juta tahun lalu, saat planet ini di landa Carnian Pluvial Event, peristiwa hujan global yang mengubah arah evolusi kehidupan selamanya.

Tak banyak yang tahu, dari hujan sejuta tahun inilah lahir para penguasa paling legendaris dalam sejarah Bumi: dinosaurus.

Apa Itu Carnian Pluvial Event?

Carnian Pluvial Event (CPE) adalah periode perubahan iklim ekstrem yang terjadi pada Zaman Trias Akhir, sekitar 232 juta tahun lalu. Peristiwa ini di tandai oleh curah hujan global yang sangat tinggi, naiknya permukaan laut, serta kepunahan massal berbagai spesies purba.

Para ilmuwan menyebut CPE sebagai salah satu titik balik terbesar dalam evolusi kehidupan, karena membuka jalan bagi munculnya ekosistem modern.

Letusan Gunung Berapi Raksasa Pemicu Bencana Iklim

Baca juga :   Siapa Pembuat Surat Kabar Pertama di Dunia? Ini Sejarah yang Tak Banyak Diketahui Publik

Bencana ini di picu oleh letusan gunung berapi berskala super di wilayah yang kini menjadi Kanada, bagian dari Large Igneous Province.

Letusan tersebut:

Melepaskan karbon dioksida dan metana dalam jumlah besar

Memicu pemanasan global ekstrem

Mengacaukan sistem iklim dunia

Menyebabkan hujan global hampir satu juta tahun

Atmosfer memanas, penguapan meningkat, dan hujan turun terus-menerus di seluruh penjuru planet.

Bumi Menjadi Lembap dan Tak Bersahabat

Dampak Carnian Pluvial Event mengubah wajah Bumi secara drastis:

Hutan purba runtuh akibat genangan air

Daratan berubah menjadi rawa luas

Lautan dipenuhi sedimen, mengganggu kehidupan laut

Banyak spesies purba punah perlahan

Makhluk yang gagal beradaptasi dengan lingkungan basah dan ekstrem tidak mampu bertahan.

Kepunahan yang Membuka Jalan Kehidupan Baru

Di balik kehancuran, alam menyiapkan babak baru.

Setelah banyak spesies lama menghilang, ruang ekologi terbuka lebar.

Pada masa inilah:

Baca juga :   BUAT OPUNG LBP JIKA DUIT PEMERINTAH BANYAK, KEMBALIKAN UANG KORBAN PENIPUAN INVESTASI BODONG 

Tumbuhan modern mulai berkembang pesat

Ekosistem menjadi lebih stabil

Hewan-hewan yang mampu beradaptasi mulai mendominasi

Perubahan ini menjadi fondasi bagi kehidupan darat modern.

Awal Kebangkitan Dinosaurus

Dahulu sebelum Carnian Pluvial Event, dinosaurus hanyalah reptil kecil yang terpinggirkan. Namun setelah bencana iklim:

Kompetitor utama mereka punah

Habitat baru terbentuk

Dinosaurus berkembang pesat dalam ukuran dan jumlah

Dari sinilah di mulai Zaman Dinosaurus, masa kejayaan yang berlangsung lebih dari 160 juta tahun.

Warisan Hujan Sejuta Tahun bagi Sejarah Bumi

Kejayaan dinosaurus berakhir 66 juta tahun lalu akibat tumbukan asteroid di akhir Zaman Kapur. Namun jauh sebelumnya, Carnian Pluvial Event telah menjadi pemicu awal perubahan besar dalam sejarah kehidupan.

Peristiwa ini membuktikan satu hal penting:

bencana iklim tidak hanya memusnahkan, tetapi juga menciptakan peluang bagi kehidupan baru untuk bangkit.***

Baca juga:Pojok Sains: Mengungkap “Petrichor”, Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita ini 81 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

SIMBIOSIS MUTUALISME HORIZONTAL
Review Wild Cash 2025: Cara Dapat Saldo DANA dari Mining & Kuis (Terbukti?)

Artikel

Review Wild Cash 2026: Sensasi “Nambang Emas” di HP, Jawab Kuis Bisa Dapat Saldo DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK SEBUAH KENISCAYAAN. LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK SAMA SEKALI 

Artikel

KAS NEGARA JEBOL KARENA PERANG DAN KORUPSI AKHIRNYA NANAM PAKSA 

Artikel

Apa yang Akan Kita Wariskan? Asap, atau Cahaya?

Artikel

MAFIA DIMANA MANA DARI KOTA SAMPAI DESA

Artikel

Bosan Makan Mie Instan Gitu-gitu Aja? Coba 5 Resep ‘Naik Kelas’ Ini!
Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

Menguak Misteri “Pedas”, Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)