Home / Olahraga

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:15 WIB

Kritik Pedas Ma Dexing: Pelatih Jepang Jadi Biang Kerok Kekalahan China dari Timnas U-17 Indonesia

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Kegagalan Timnas U-17 China membendung ketangguhan Timnas U-17 Indonesia pada laga pembuka Grup B Piala Asia U-17 2026 memicu gelombang protes. Pengamat sepak bola ternama asal China, Ma Dexing, melontarkan kritik tajam kepada sang pelatih, Bin Ukishima, yang di nilai gagal total dalam meramu strategi.

Meski sempat menggasak Indonesia 7-0 dalam laga uji coba sebelumnya, China justru tak berkutik saat melakoni laga resmi. Skuad asuhan Bin Ukishima menyerah dengan skor tipis 0-1. Ma Dexing menegaskan bahwa kekalahan ini murni kesalahan taktis pelatih, bukan karena penurunan kualitas para pemain di lapangan.

Menurut laporan 163.com, Ma Dexing menyoroti keputusan Ukishima yang di anggap terlalu konservatif sejak menit awal. Susunan pemain yang di turunkan pelatih asal Jepang tersebut di nilai tidak mampu membongkar pertahanan rapat yang di bangun pemain muda Indonesia.

“Manajemen lapangan dan pengerahan pasukan Ukishima memiliki kelemahan yang nyata. Pemilihan pemain inti menunjukkan sikap yang terlalu ragu-ragu,” tegas Ma Dexing.

Sepanjang laga, China terlihat frustrasi menghadapi tembok pertahanan Indonesia. Mereka terus-menerus mengandalkan umpan silang meski berkali-kali gagal memenangkan duel udara di kotak penalti lawan.

Baca juga :   Tatap Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Optimistis Generasi Emas Portugal Siap Cetak Sejarah

Ma Dexing mengkritik strategi tersebut sebagai taktik yang kaku, monoton, dan miskin kreativitas karena mengabaikan penetrasi dari lini tengah.

Baca juga :   Daftar Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Oktober 2025, Klaim Hadiah Gratis!

Selain masalah taktik, Ukishima juga di nilai lambat dalam merespons dinamika pertandingan. Ketika lini serang mengalami kebuntuan, pelatih asal Jepang itu tidak segera melakukan pergantian pemain yang efektif. Kelengahan ini akhirnya dimanfaatkan dengan cerdik oleh Indonesia melalui skema serangan balik cepat.

Kekalahan ini terasa sangat menyesakkan bagi publik China. Ma Dexing pun menuntut pertanggungjawaban federasi, mengingat biaya besar yang telah dikeluarkan untuk menggaji pelatih asing namun hasilnya justru memalukan.

Ia menyayangkan tim nasional China yang belum juga menemukan identitas permainan yang sesuai dengan karakter lokal. (fadil)

Berita ini 53 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Olahraga

Sikap Kapten Argentina di Final Piala Dunia 2026 Buat Wasit Slavko Vinčić Terkesan

Olahraga

Mengapa FIFA Gelar Piala Dunia 2030 di 6 Negara dan 3 Benua? Ini Alasan Utamanya!

Olahraga

Dominasi Maung Bandung: Beckham Putra Puji Gol Kilat Matricardi yang Tumbangkan PSIM di GBLA

Internasional

Trossard Kirim Psywar ke Manchester City Jelang Final Carabao Cup

Olahraga

Kapolres Cup I di Desa Sembilan Meledak Sorakan, Walikota & Suporter Sawer Pemain
Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Internasional

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Olahraga

Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor, Jadi Raja Gol Portugal Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Nasional

Momen Kontroversial Persib di Laga Kontra Borneo FC