koransakti.co.id- Telur rebus menjadi menu andalan praktis yang di gemari banyak orang, mulai dari sarapan hingga bekal pelengkap soto. Sayangnya, banyak orang belum tahu bahwa proses merebus telur yang keliru justru bisa mengurangi nutrisi atau bahkan membahayakan kesehatan tubuh karena kontaminasi bakteri.
Bagaimana cara memasak telur rebus yang aman, matang sempurna, dan memiliki tampilan mulus saat di kupas? Anda bisa mempraktikkan trik sederhana berikut ini.
Keajaiban Irisan Jeruk Nipis dan Garam
Sering kali kita kesal saat mengupas telur karena putih telurnya ikut menempel pada cangkang, sehingga hasilnya menjadi bopeng. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu memasukkan irisan jeruk nipis saat mulai memanaskan air rebusan.
Asam dari jeruk nipis efektif menjaga cangkang telur agar tidak mudah retak sekaligus memberikan hasil kupasan yang indah dan mulus.
Selain jeruk nipis, Anda juga bisa memanfaatkan garam dapur. Cukup larutkan satu sendok teh garam ke dalam air rebusan (pastikan air merendam telur sekitar satu inci). Garam membantu melonggarkan ikatan antara putih telur dan kulitnya, sehingga cangkang akan terkelupas dengan sangat mudah setelah matang.
Durasi Ideal: Jangan Kurang, Jangan Lebih!
Waktu merebus memegang kunci penting dalam menjaga kualitas protein telur. Menurut para ahli nutrisi, durasi ideal untuk merebus telur berkisar antara 8 hingga 10 menit.
Mengapa tidak boleh kurang dari 6 menit? Putih telur yang masih mentah atau setengah matang mengandung senyawa avidin dan antitrypsin. Kedua komponen ini dapat menghambat penyerapan biotin (vitamin B7) yang penting bagi tubuh. Selain itu, durasi ini memastikan bakteri berbahaya benar-benar mati.
Mengapa tidak boleh lebih dari 10 menit? Merebus telur terlalu lama memicu reaksi oksidasi yang menghasilkan besi sulfida (di tandai dengan warna kehijauan pada pinggiran kuning telur). Reaksi ini merusak struktur protein dan menghilangkan banyak nutrisi penting di dalamnya.
Peringatan Kesehatan untuk Kondisi Tertentu
Meskipun telur kaya akan asam amino yang sangat baik untuk pertumbuhan anak dan menunda penuaan pada lansia, konsumsinya tetap harus di batasi bagi beberapa orang.
Penderita gangguan fungsi ginjal, orang yang telah menjalani operasi pengangkatan kantong empedu, serta penderita kolesistitis sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi kuning telur sesuai dengan anjuran dokter agar tidak memicu komplikasi kesehatan. (mel)
Baca juga : Rahasia Telur Rebus Mulus dan Mudah Dikupas, Ini 5 Cara Simpel yang Wajib Dicoba















