koransakti.co.id – Mengendarai mobil pribadi memang memberikan kenyamanan ekstra karena kamu memiliki kebebasan untuk mengatur ruang kabin sesuai keinginan. Selain itu, banyak pemilik kendaraan yang sering kali menganggap mobil sebagai rumah kedua mereka.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak barang pribadi seperti pakaian, makanan, hingga koleksi alas kaki berpindah ke dalam kabin. Pasalnya, kebiasaan menyimpan barang secara sembarangan di dalam mobil, terutama di bawah jok pengemudi, menyimpan risiko keselamatan yang sangat besar bagi pengendara.
Kendaraan Adalah Alat Transportasi, Bukan Rumah Kedua
Banyak orang beralasan bahwa kemacetan parah di kota besar membuat mereka harus membawa banyak perlengkapan di dalam mobil. Namun, para pakar keselamatan berkendara menegaskan bahwa mobil sejatinya adalah alat transportasi, bukan tempat penyimpanan barang yang bebas. Oleh sebab itu, penempatan barang yang tidak rapi dapat mengganggu konsentrasi dan fokus pengemudi terhadap situasi jalanan. Sebab, saat terjadi guncangan atau pergerakan mendadak, barang-barang yang tidak terikat dengan baik akan bergeser ke sana kemari dan mengalihkan perhatian mata dari jalan raya.
Pasalnya, jika fokus pengemudi terpecah antara jalanan dan upaya menyelamatkan barang yang terjatuh, risiko kecelakaan akan meningkat secara drastis. Maka dari itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengingatkan agar semua barang di taruh di tempat yang aman, tertutup, dan tidak mudah bergerak. Intinya, menjaga kerapian kabin bukan hanya soal estetika, melainkan demi menjamin keamanan nyawa seluruh penumpang di dalamnya.
Risiko Fatal Sepatu Mengganjal Pedal Rem
Salah satu area yang paling terlarang untuk meletakkan barang adalah lantai di bawah kursi atau jok pengemudi. Oleh karena itu, menyimpan sepatu atau sandal di area ini di nilai sebagai tindakan yang sangat berbahaya. Sebab, saat mobil melakukan pengereman atau melewati jalanan menurun, sepatu tersebut bisa meluncur maju ke arah depan secara otomatis. Akibatnya, alas kaki tersebut berpotensi mengganjal bagian bawah pedal rem atau gas.
Dalam hal ini, kondisi tersebut akan membuat pengemudi kesulitan untuk menginjak pedal secara penuh saat situasi darurat terjadi. Pasalnya, banyak kasus kecelakaan fatal berawal dari pedal rem yang tidak bisa di tekan karena terhalang oleh botol minum atau sepatu yang bergeser ke area kemudi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kamu untuk selalu memastikan area kaki pengemudi benar-benar bersih dari benda apa pun yang bisa mengganggu pergerakan kaki.
Kebiasaan yang Sering Dilakukan Pengendara Wanita
Pihak Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor juga menyoroti bahwa kebiasaan ini cukup sering di lakukan oleh pengendara wanita. Hal ini dikarenakan kebutuhan untuk mengganti sepatu hak tinggi (high heels) dengan sandal santai saat menyetir sering kali membuat mereka asal meletakkan sepatu di bawah jok.
Meskipun demikian, kepraktisan ini tidak sebanding dengan risiko nyawa yang di pertaruhkan. Dengan demikian, kamu di sarankan untuk menyediakan kotak penyimpanan khusus di area bagasi atau menggunakan organizer kursi yang tertutup rapat.
Selain itu, meletakkan benda lain seperti telepon seluler di atas dashboard juga memiliki risiko yang serupa. Sebab, saat pengemudi melakukan reaksi mendadak terhadap kondisi lingkungan, mereka cenderung lebih panik untuk menyelamatkan ponsel yang bergeser daripada fokus pada kemudi. Maka dari itu, disiplin dalam meletakkan barang di dalam kabin harus menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik kendaraan tanpa terkecuali.
Kesimpulan
Menjaga area bawah jok pengemudi tetap kosong adalah langkah sederhana namun sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatality. Oleh karena itu, mulailah untuk lebih bijak dalam menata barang-barang pribadi di dalam mobil kesayangan kamu. Semoga perjalanan kamu selalu aman dan nyaman sampai tujuan! (Emi)














