Home / Nasional / Peristiwa

Senin, 25 Mei 2026 - 05:21 WIB

Imbas Blackout Sumatra, Komisi XII DPR Segera Panggil Bos PLN

koransakti - Penulis

Anggota Komisi II DPR RI, Syarif Fasha

Anggota Komisi II DPR RI, Syarif Fasha

koransakti.co.id- Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bergerak cepat merespons pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatra pada akhir pekan ini. Parlemen menjadwalkan pemanggilan manajemen PT PLN (Persero) untuk meminta pertanggungjawaban dan penjelasan menyeluruh terkait insiden tersebut.

DPR Tuntut Strategi Mitigasi Jangka Panjang

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menggali akar permasalahan secara mendalam. DPR tidak hanya fokus pada penyebab padamnya listrik, tetapi juga dampak luas yang di rasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka menuntut PLN memaparkan strategi mitigasi yang konkret agar wilayah Sumatra bebas dari ancaman serupa di masa depan.

“Kami ingin memahami secara utuh kendala pada sistem pembangkit maupun jaringan yang terdampak. DPR rutin menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PLN, namun khusus untuk kasus blackout ini, kami akan memanggil mereka dalam waktu dekat guna mendapatkan gambaran yang komprehensif,” ujar Eddy, Minggu (24/5/2026).

Baca juga :   Menkomdigi: 2.333 Desa di Indonesia Belum Terkoneksi Internet

Soroti Kerentanan Jalur Transmisi Listrik

Senada dengan Eddy, Anggota Komisi XII dari Fraksi Partai Gerindra, Ramson Siagian, menilai PLN wajib membeberkan detail teknis gangguan beserta solusi jangka panjangnya. Kendati demikian, Komisi XII terlebih dahulu akan menggelar rapat internal untuk menyusun jadwal pemanggilan resmi.

Ramson menggarisbawahi bahwa pasokan energi pada pembangkit sebenarnya tidak mengalami kendala karena statusnya yang masih surplus (oversupply). Namun, ia menyoroti keandalan jalur transmisi yang selama ini kerap menjadi titik lemah.

“PLN harus meningkatkan pemeliharaan dan pengawasan jalur transmisi. Kita tahu jalur transmisi di Jawa dan Sumatra sangat rentan terhadap gangguan, apa pun pemicunya,” tegas Ramson.

Baca juga :   Mediasi Gagal Total, Gugatan Rp 125 Triliun Terhadap Gibran Lanjut ke Meja Hijau

Mendorong Kemandirian Energi di Setiap Provinsi

Di sisi lain, Anggota Komisi XII dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Fasha, menawarkan solusi alternatif.

Legislator asal Daerah Pemilihan Jambi ini mendorong setiap provinsi di Sumatra untuk membangun kemandirian energi, sehingga tidak lagi bergantung penuh pada sistem interkoneksi regional. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah—mulai dari batubara, gas, air, hingga energi surya—yang bisa di optimalkan secara mandiri.

Lebih lanjut, Syarif mengingatkan bahwa pembenahan sektor kelistrikan ini bukan semata-mata beban PLN, melainkan juga tanggung jawab besar Kementerian ESDM dalam merumuskan regulasi yang kuat.

“Sangat ironis melihat Sumatra yang berstatus sebagai lumbung energi nasional justru memiliki ketahanan listrik yang sangat rapuh,” pungkas Syarif. (red)

Berita ini 25 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Jambi

Empat LSM Geruduk Kantor BBTNKS, Desak Transparansi dan Penindakan Tegas PETI di Kawasan TNKS

Daerah

Mantan Pj Gubernur, Bahtiar Diperiksa Kasus Bibit Nanas Rp60 Miliar

Nasional

Pemuda Panca Marga sebagai Garda Bangsa

Bandung

Gedung Groundbreaking Kecamatan Baleendah Resmi Dibangun 

Jakarta

Film Layar Lebar Harmoni Cinta Bhinn & Eka Segera Produksi Pada Bulan Maret

Advetorial

Bupati Hadiri Dauroh Fashohatul Lisan Bandung Selatan

Jakarta

Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force
Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!

Nasional

Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!