Home / Kerinci / Komunitas / Peristiwa

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:11 WIB

Soroti Perambahan Hutan Parah di Kerinci, Massa Aktivis Gelar Aksi Demo di BBTNKS

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Puluhan aktivis lingkungan yang peduli terhadap kelestarian alam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Jumat, 5 Juni 2026.

Para aktivis terdiri dari Lsm Pedas, Limbah, pakta dan Lsm Cakrawala ini di picu oleh kekecewaan mendalam atas semakin masifnya aktivitas perambahan hutan secara ilegal di kawasan zona hijau Kabupaten Kerinci yang di nilai sudah dalam kondisi darurat.

Massa aksi berorasi menyuarakan penolakan terhadap perambahan hutan di kawasan hutan Kerinci serta mendesak pihak BBTNKS agar tidak “tutup mata” terhadap penggundulan hutan yang terus meluas.

Dalam tuntutannya, para aktivis membeberkan berbagai temuan lapangan mengenai laju deforestasi yang di nilai semakin tidak terkendali. Modus pembukaan lahan secara ilegal untuk perkebunan skala besar di duga kuat mendapat dukungan dari oknum-oknum tertentu sehingga terkesan kebal hukum.

“Kerinci ini adalah benteng pertahanan ekosistem. Jika hutan di hulu terus di rambah dan di gunduli, masyarakat di hilir yang akan menerima kutukan bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor. Kami mendesak BBTNKS keluar dari zona nyaman,” tegas ketua LSM Limbah, Martias

Baca juga :   Bupati Adirozal Melantik Pimpinan Baznas Kabupaten Kerinci Periode 2022-2026

Para aktivis menilai fungsi pengawasan dari pihak balai besar masih lemah, mengingat titik-titik perambahan hutan baru terus bermunculan setiap bulan tanpa adanya tindakan preventif maupun represif yang memberikan efek jera kepada para pelaku.

BBTNKS Klaim Intensif Lakukan Patroli

Menanggapi tuntutan massa aksi, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kerinci, David, SH.,M.Hum menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam mengawasi kawasan konservasi TNKS.

Menurut David, petugas TNKS secara rutin dan intensif melakukan patroli lapangan dengan menyusuri kawasan hutan untuk mendeteksi aktivitas ilegal, termasuk perambahan dan pembukaan lahan tanpa izin.

“Kami terus melakukan patroli secara intensif dengan menurunkan tim ke lapangan. Petugas menyusuri kawasan hutan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap berbagai potensi pelanggaran yang terjadi di dalam kawasan TNKS,” ujar David.

Baca juga :   Jejak Sejarah Soeharto hingga SBY: Presiden Prabowo Resmikan Wajah Baru Museum Seskoad Bandung

Ia menambahkan bahwa keterbatasan personel dan luasnya kawasan hutan yang harus di awasi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pengamanan kawasan konservasi. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan pengawasan serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat dan aktivis lingkungan. Pengawasan kawasan hutan tidak bisa di lakukan sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi semua pihak agar kelestarian TNKS tetap terjaga,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa berlangsung panas di bawah pengawalan aparat keamanan. Massa berharap tuntutan mereka dapat di tindaklanjuti secara serius demi menyelamatkan kawasan hutan Kerinci yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat dan habitat berbagai satwa langka di kawasan TNKS. (Emi)

Berita ini 61 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Dinamika

Hanya Silaturahmi Biasa, Mardizal: Tidak Pembagian BLTĀ 

Advetorial

Bupati Monadi Serahkan Bantuan Sapi Kurban dari Presiden RI di Desa Sungai Gelampeh.

Bandung

Ridwan Kamil dan Atalia Bercerai Secara Baik-Baik

Peristiwa

Resmi Jadi Ayah! Al Ghazali dan Alyssa Daguise Sambut Kelahiran Anak Pertama, Nama Sang Putri Curi Perhatian

Daerah

Belasan Siswa SD di Palembang Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Pemkot Jamin Penanganan Optimal

Kerinci

Kodim 0417/Kerinci Gencarkan Penanaman Padi Gogo di Sungai Penuh.

Komunitas

Pegiat Pertanian Organik Kota Sungai Penuh Mulai Berproduksi

Jambi

Mahasiswa se- Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh Gelar Aksi Damai, Suarakan Tiga Tuntutan