Koran Sakti.co.id, Sungai Penuh- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh turun ke jalan menggelar aksi damai, Selasa (2/9).
Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan protes atas sejumlah persoalan yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.
Ini tiga tuntutan utama mahasiswa dalam menyuarakan aksinya ;
Pertama, mengusut tuntas serta mengadili aparat kepolisian yang diduga terlibat dalam peristiwa meninggalnya almarhum Affan Kurniawan
Kedua, menuntut pembebasan massa aksi yang masih ditahan tanpa syarat.
Ketiga, mendesak dihentikannya segala bentuk kekerasan dan intervensi aparat kepolisian terhadap masyarakat.
Aksi yang berlangsung di Mapolres Kerinci dan berlanjut ke Kantor DPRD Kota Sungai Penuh ini berlangsung dengan tertib dan damai.
Mahasiswa juga melakukan dialog terbuka bersama aparat serta wakil rakyat sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Wakil Walikota Sungai Penuh, Azhar Hamzah yang hadir langsung bersama Sekretaris Daerah, Alpian, SE, MM menyampaikan apresiasi terhadap sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami mendengar dan memahami apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa. Kami mengapresiasi dan berharap seluruh proses berjalan dengan aman tanpa merugikan masyarakat,” ujar Wawako.
Sekda Alpian juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap aspirasi mahasiswa.
“Kami mengapresiasi aksi damai dan tertib ini. Ini bentuk kepedulian kita semua terhadap keadilan dan hak-hak rakyat. Pemerintah daerah akan selalu mendukung aspirasi yang berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, kedatangan mahasiswa ke DPRD Kota Sungai Penuh turut disambut Ketua DPRD Hutri Randa beserta unsur pimpinan dan anggota dewan. Penyampaian aspirasi pun kembali berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (tim)















